Begini Evaluasi PSBB Jabar Menurut Ridwan Kamil 

Begini Evaluasi PSBB Jabar Menurut Ridwan Kamil  1Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto: akun pribadi Instagram

KEADILAN- Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Jawa Barat pada tahap pertama resmi berakhir hari ini, Rabu (20/5/2020).

Namun Ridwan Kamil menyebut, PSBB bakal kembali dilanjutkan tapi dengan penyesuaian berbeda di setiap wilayah masing-masing. Relaksasi PSBB hanya bisa dilakukan di daerah-daerah zona hijau atau daerah dengan kasus virus corona (Covid-19) sedikit.

Melalui akun instagramnya, Ridwan Kamil membeberkan evaluasi selama PSBB di Jawa Barat pada tahap 1 yang berjalan sampai kemarin, Selasa (19/5).

Kang Emil sapaan akrabnya, menggunggah data grafik kasus harian Covid-19 di Jawa Barat dari 2 Maret hingga 15 Mei 2020. Dalam data tersebut, jumlah kasus harian menurun setelah diberlakukan PSBB.

“Rata-rata kasus harian sebelum PSBB adalah 40 kasus. Puncaknya di 14 April. Setelah PSBB, rata-rata kasus harian adalah 21 kasus. Kurva melandai hampir setengahnya,” ujar Kang Emil dalam akun instagramnya.

Mantan Walikota Bandung ini mengungkapkan, sementara hingga saat ini rata-rata kasus hanya dari infeksi lokal yang sudah terlokalisir. Hanya saja, masih ada potensi gangguan yakni jika banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) nekat mudik ke Jawa Barat.

“Potensi gangguan adalah jika banyak OTG yang mudik berdatangan ke Jabar,” sambungnya.

Ia juga menerangkan, kalau tingkat kemacetan di Jawa Barat turun hingga 30 persen selama PSBB. Hanya saja, belakangan ini jalanan dan mall kembali ramai lantaran banyak masyarakat nekat keluar untuk berburu baju lebaran.

“Minggu ini terjadi kenaikan karena sebagaian warga tidak bisa menahan diri untuk berbelanja baju lebaran di pasar-pasar,” bebernya.

Terakhir, Ridwan Kamil meminta walikota dan bupati untuk menutup pertokoan baju selama PSBB berlangsung. Ia juga mengimbau agar Polri dan TNI untuk melipatgandakan pasukan.

Menanggapi ‘laporan’ Ridwan Kamil ini, para warganet berbondong-bondong meninggalkan komentar di unggahan sang gubernur.

“Diperketat saja Pak, saya mending enggak beli baju daripada enggak hidup @hvd***.

“Lockdown atuh pak pasar na, masjid oge di lockdown,” tambah @irpan***.

AINUL GHURRI