Manusia Silver di Lampu Merah

Manusia Silver di Lampu MerahManusia silver di lampu merah Jakarta

KEADILAN – Manusia silver banyak dijumpai belakangan ini. Mereka mematung di simpang jalan, dan mengais rejeki dari pengendara yang melintas.

Erik (24) tahun mengaku hasilkan 50 ribu sampai 80 ribu rupiah per hari dari mengais rejeki sebagai manusia silver.

“Gak tentu. Perhari bisa dapat 50 ribu. Kadang 80 ribu kalau lagi rame,” ucapnya pada Keadilan di persimpangan Jalan Sunter Utara, Kamis (10/6/2021).

Erik bersama empat temannya, beraksi menjadi manusia silver selama empat jam. Mulai dari jam empat sore hingga jam delapan malam.

Untuk melumuri tubuhnya, Erik bersama temannya, memerlukan biaya kurang lebih 35 ribu rupiah. Biaya itu mereka gunakan untuk membeli cat sablon dan body lotion.

Cat sablon dan body lotion ia campurkan bersama minyak zaitun. Racikan itu bertujuan agar kulit mereka tidak gatal-gatal.

“Ini racikan. pakai cat sablon, terus dicampur Citra (body lotion), sama minyak (zaitun),” jelasnya.

Namun racikan itu tak menjamin kulit bebas dari gatal. Erik berkata bahwa ada juga temannya yang gatal-gatal saat menggunakan racikan itu.

“Cocok-cocokan. Temen ada juga yang gatal-gatal pake ini. Mangkanya beda-beda tiap orang,” ucap Erik menerangkan.

Erik juga menerangkan, selain mengalami resiko iritasi pada kulit, mereka juga mewaspadai resiko penertiban. Sering kali mereka bermain kucing-kucingan dengan Satpol PP. Bahkan mereka enggan saat dimintai gambar.

“Kalau foto jangan. Nanti saya dikejar lagi,” terangnya.

CHARLIE ADOLF LUMBAN TOBING

Editor      :
Reporter :