Sidang Sabu 10 Kg, Kurir Bantah Saksi BNN

Sidang Sabu 10 Kg, Kurir Bantah Saksi BNNSaksi H dan R dari BNN bersaksi di PN Jakut (Charlie)

KEADILAN – Pengantar paket narkoba mengaku tidak mendapatkan uang dari mengantarkan paket tersebut. Hal itu terungkap dalam persidangan kasus kurir narkoba yang tertangkap tangan membawa 10 kg sabu di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rabu (23/6/2021).

Dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dyofa Yudhistira, mengahadirkan dua orang saksi. Saksi tersebut adalah H dan R. Keduanya merupakan anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) yang ikut serta membekuk terdakwa J di Rusun Kapuk, Jakarta Utara pada 12 Januari 2021 lalu. Terdakwa J kemudian di pengadilan didakwa melanggar pasal 144 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam keterangannya di persidangan, R menjelasakan sebelum melakukan penangkapan, timnya telah membuntuti J mulai dari mengambil paket berupa kerdus di salah satu ekspedisi di kawasan Jakut. “Waktu itu sekitar pukul 14:00 WIB J tiba rusun. Tapi karena harus melakukan kordinasi dulu dengan tim, kita baru melakukan pengangkapan pukul 15:00 WIB,” ujar R kepada majelis hakim.

Setelah tiba di rusun, J kemudian pergi kamarnya di bagian atas rusun, dan turun lagi membawa paket yang sama. Saksi H mengatakan, terdakwa hendak mengirim paket itu kepada seseorang. Saat itu lah tim anggotanya melakukan penangkapan terhadap J.

Dalam jok motor J, anggota BNN mendapatkan satu kardus berisikan 6 bungkusan plastik biskuit, dan beberapa ikan asin. Ternyata setelah dibuka, plastik biskuit tersebut berisikan kristal sabu.

Setelah diketahui membawa sabu, petugas BNN langsung melakukan penggeledahan. Dari penggeledahan, petugas menemukan empat bungkus sabu beserta alat hisap (bong) di kamar terdakwa. Selain itu, juga ditemukan dua bungkus kecil sabu yang diselipkan di kalender.

Dalam penggeledahan ini, BNN menemukan total 10 kg sabu. Namun H dan R mengaku tidak mengetahui pasti berat pastinya dari paket yang mereka temukan. Sebab, mereka tak ada sewaktu dilakukan penimbangan.

Berdasarkan penyidikan, H dan R mengatakan terdakwa J menerima sekitar Rp10 juta sampai Rp 20 juta dari mengantar paket berisi sabu.

Penasihat hukum terdakwa sempat bertanya kepada saksi mengenai asal informasi ini. Tetapi saksi H menjelaskan berasal dari J sendiri saat diinterogasi penyidik.

Setelah keterangan saksi diperiksa, majelis hakim meminta terdakwa menanggapi kesaksian saksi. Terdakwa J dalam persidangan membantah kalau ia diberikan imbalan dari mengantar paket tersebut.

Setelah itu persidangan ditutup. Persidangan akan dilanjutkan Rabu 30 Juni 2021 mendatang. Agendanya masih sama. Yaitu memeriksa keterangan saksi yang dibawa oleh JPU.

CHARLIE TOBING

Editor      :
Reporter :