Pengusaha Tanggulangi Dampak Corona, Ini Saran Sahroni

Pengusaha Tanggulangi Dampak Corona, Ini Saran Sahroni

KEADILAN – Pengusaha sekaligus politisi muda Nasdem Ahmad Sahroni, mendorong dunia usaha meningkatkan para aktivis menanggulangi virus conona atau covid 19. Caranya, membantu mengambil bagian membantu perusahaan melalui dana sosial dan tanggung jawab perusahaan (CSR) dengan memberikan bantuan dan sosialisasi untuk masyarakat tentang covid 19 dan bantuan alat kesehatan seperti masker dan alat pendukung lainnya.

“Saya mengajak seluruh anak bangsa tergerak untuk bertaruh dan bersinergi menjadi bagian dari upaya untuk melawan dan penanggulangan Covid 19,” kata Sahroni, Senin (9/3).

Ada pun kepada masyarakat Sahroni menghimbau agar tak panik dan menghentikan panic buying yang dapat menciptakan persoalan baru di tengah masyarakat, yakni kelangkaan barang yang justru merugikan masyarakat itu sendiri. Sedangkan pemerintah harus menjamin ketersediaan barang dan stabilitas perekonomian di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi, terlebih persoalan virus corona yang saat ini menjadi masalah global.

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI ini pun meyakini Polri, TNI dan team kesehatan mampu bersinergi sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing dalam upaya mengatasi dampak covid 19. “Kita pasti mampu keluar dari masalah ini. Indonesia mampu,” seru Sahroni.

Pemerintah sendiri resmi mengumumkan bertambahnya pasien yang dikonfirmasi positif tertular virus corona. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, saat ini terdapat 6 pasien kasus Covid-19 yang kondisinya kesehatannya mengalami perkembangan positif yang signifikan.  Disamping itu Kementerian Kesehatan telah menyelesaikan pemeriksaan 620 spesimen pasien dalam pengawasan (PDP) dari 63 rumah sakit di 25 provinsi. Jumlah ini melonjak hampir tiga kali lipat bila dibandingkan dua hari lalu, yaitu 227 spesimen PDP dari 61 rumah sakit di Indonesia. Menurut dia, lonjakan spesimen ini terjadi akibat adanya kenaikan status dari orang dalam pemantauan (ODP) menjadi PDP.

 

SYAMSUL MAHMUDDIN
Editor      :
Reporter :