Seluruh Saksi Terpapar Covid, Sidang Penipuan Rp14 Miliar Ditunda

Seluruh Saksi Terpapar Covid, Sidang Penipuan Rp14 Miliar Ditunda
Jaksa Penuntut Umum Meidarlis, Hendy Nurcahyo, SH, MH (kiri) Benny Oktavianus, SH, MH (Tengah), Maryono, SH (tengah) menunda persidangan kasus penipuan pembelian mobil di PN Jakut hari Rabu, 21 Juli 2021. (Charlie)

KEADILAN – Sidang kasus penipuan pembelian mobil berbagai merek yang harusnya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara hari ini, Rabu (21/07/2021) terpaksa ditunda. Sebab, seluruh saksi dari Jaksa Penuntut Umum tak bisa hadir kerena terpapar Covid-19.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini dipimpin Benny Oktavianus, S.H, M.H sebagai Hakim Ketua didampingi Hendy Nurcahyo, S.H, M.H dan Maryono, S.H. Setelah sidang dibuka, Majelis Hakim mengabarkan kepada terdawka VIK bahwa sidang ditunda.

“Ini harusnya saksi dari Bank BCA satu. Tetapi dikarenakan saksi dari BCA terkena Covid, ahlinya juga terkena Covid, saksi dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) juga terkena Covid, jadi sidang terpaksa kita tunda,” ucap Hakim kepada terdakwa melalui daring.

Sidang ini nantinya akan digelar kembali pada 4 Agustus 2021. Majelis Hakim mengatakan, untuk menghindari resiko terpapar Covid-19, saksi nantinya dihadirkan ke persidangan melalui Zoom.

“Sidang dilanjutkan dua minggu kedepan tanggal 4 Agustus. Nanti kita sidang melalui Zoom. Untuk menghindari kita supaya tidak terkena Covid juga,” ujar Majelis Hakim.

Saat dikonfirmasi Majelis Hakim mengenai penyelenggaraan sidang melalui Zoom, terdakwa VIK mengatakan tidak keberatan.

VIK sendiri didakwa JPU atas tuduhan melakukan penipuan terhadap rekan bisnisnya dalam pembelian 19 unit mobil senilai Rp14.311.823.000 miliar. Mobil tersebut diantaranya adalah Toyota Lexus, Toyota Avanza dan berbagai merek lainnya. Atas perbuatannya, wanita berusia 32 tahun ini dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan atau pasal 372 tentang penggelapan oleh penuntut umum.

CHARLIE TOBING

Share