Saksi Mahkota Positif Covid-19, Sidang Korupsi Bansos Ditunda

Saksi Mahkota Positif Covid-19, Sidang Korupsi Bansos Ditunda
Sidang korupsi Bansos. (Ainul Ghurri)

KEADILAN – Sidang perkara korupsi pengadaan Bantuan Sosial (bansos) Covid-19 pada Kementerian Sosial, ditunda lantaran mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kementerian Sosial (Kemensos) Adi Wahyono dinyatakan positif Covid-19.

Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan swab antigen sebelum persidangan.

“Kami periksa (lewat) pemeriksaan antigen dan ternyata hasil pemeriksaan antigen atas nama Adi Wahyono hasilnya positif (Covid-19),” kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK, Ikhsan Fernandi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Adi sedianya menjadi saksi ‘mahkota’ untuk terdakwa bekas PPK Kemensos lainnya, Matheus Joko Santoso. Sidang mengagendakan mendengarkan pertanyaan dari penasihat hukum Joko.

Adi dan Joko merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi bansos sembako Covid-19 pada Kemensos.

Adi dinyatakan positif covid-19 tanpa gejala. Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis meminta Adi diperiksa dengan polymerase chain reaction (PCR) agar hasilnya lebih akurat.

“Tapi ini antigen, ini kan harus ditindaklanjuti dengan PCR,” tandas Hakim Damis kepada jaksa.

“Siap Yang Mulia. Untuk melakukan PCR tapi hasilnya 1×24 jam,” jawab jaksa menimpalinya.

Celakanya, jaksa KPK sudah terlanjur membawa Adi di ruang tahanan Pengadilan Tipikor Jakarta. Sontak saja, para hakim terkejut mendengar perkataan jaksa KPK.

Hakim Damis pun meminta jaksa KPK untuk menindaklanjuti penahanan Adi. “Kalau ini kan dia antigen (kena) positif begini, bagaimana nanti penahanannya?,” tanya Hakim.

“Kami biasanya meminta untuk dilakukan pembantaran Yang Mulia untuk isolasi mandiri. Kebetulan ini tanpa gejala, kami juga memanggil petugas yang sama untuk melakukan PCR, setelah PCR keluar, kita kembalikan ke rutan dan kebetulan rutan mau menerima sampai dengan PCR keluar,” terang jaksa.

Jaksa menjelaskan, Adi positif covid-19 untuk kedua kalinya. Sebelumnya, dia terpapar positif ketika masih menjabat di Kemensos. Padahal, Adi telah divaksinasi Covid-19 dengan dosis penuh oleh KPK. Hasil tes antigen, kata jaksa, untuk pemenuhan syarat ketika kembali ke rumah tahanan (rutan) usai menjalani sidang.

“Selama masa pandemi (rutan) mensyaratkan untuk dapat dikembalikan ke rutan harus dalam keadaan negatif (covid-19). Jadi kami biasanya pada waktu istirahat (sidang), kami memanggil petugas untuk melakukan antigen,” terang jaksa.

Penasihat hukum Joko, Tangguh Setiawan Sirait, tak masalah sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi ade charge dari pihak terdakwa. Hal itu bila Adi dinyatakan positif covid-19 lewat tes PCR dan menjalani isolasi mandiri.

“Kami tidak keberatan apabila dilanjutkan lebih dahulu saksi ade charge dari penasihat hukum terdakwa,” ujar Tangguh.

Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis menyatakan menunda persidangan. Sidang dilanjutkan pada Selasa, 27 Juli 2021.

Pada perkara ini Joko dan Adi didakwa bersama-sama mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara menerima uang dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19.

Juliari disebut menerima suap secara bertahap. Duit Rp1,28 miliar diperoleh dari Harry Van Sidabukke.

Uang tersebut diterima Matheus Joko dan Adi. Berikutnya Juliari menerima Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.

Juliari juga diduga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

AINUL GHURRI

Share