Soal BPJS, DPRD Medan Dorong Pemerintah Patuhi Putusan MA

Soal BPJS, DPRD Medan Dorong Pemerintah Patuhi Putusan MA

KEADILAN – Putusan Mahkamah Agung yang membatalkan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, disambut positif Komisi II DPRD Kota Medan.

Komisi yang membidangi kesehatan itu pun mendorong agar pemerintah dan pihak BPJS agar mematuhi putusan MA tersebut. Putusan MA tersebut membatalkan Perpres No 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres No 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. “Putusan MA itu saya apresiasi. Dengan putusan ini, iuran BPJS harus kembali ke nilai sebelum kenaikan, dan pemerintah wajib kembalikan kenaikan iuran yang diberlakukan sejak 1 Januari lalu,” kata Ketua Komisi II DPRD Medan Aulia Rachman, Selasa (9/3/2020).

Kenaikan iuran BPJS itu sendiri berlaku sejak 1 Januari 2020. Dimana, iuran kelas III dari Rp25 ribu menjadi Rp42 ribu per jiwa, kelas II naik dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu per jiwa dan kelas I yang semula Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per jiwa. Aulia menekankan, dengan keputusan MA tersebut iuran yang telah dibayarkan tersebut dikembalikan.

Prosedur pengembalian atau selisih iuran yang telah dibayarkan, kiranya harus segera dikembalikan. “Dengan dibatalkannya kenaikan tersebut, maka selisih iuran sejak Januari hingga kini dikembalikan pemerintah kepada peserta BPJS Kesehatan sesuai kelasnya masing-masing,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

Sebelumnya, dalam putusannya, MA membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diajukan oleh Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Richard Samosir. Judicial rivew itu diajukan, pada 2 Januari 2020 lalu.

“Menerima dan mengabulkan sebagian permohonan komunitas pasien cuci darah Indonesia tersebut. Menyatakan Pasal 34 ayat 1 dan 2 Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” tulis MA dalam putusannya.

BACA JUGA:MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Ini Kata Komisi IX

Haris Iskandar

Editor      :
Reporter :