Mahfud MD Sebut Demokrasi Belakangan Ini Cenderung Destruktif

Mahfud MD Sebut Demokrasi Belakangan Ini Cenderung DestruktifMenko Polhukam Mahfud.

KEADILAN – Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan, demokrasi yang seharusnya menjadi penguat bagi ikatan kebangsaan belakangan ini cenderung destruktif terhadap kokohnya kebangsaan.

Hal tersebut dikatakan Mahfud saat Keynote Speaker Webinar 50 tahun Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, dengan tema Meneguhkan Kebangsaan, Demokrasi dan Kesejahteraan, Senin (26/7/2021).

Dikatakan Mahfud, belakangan ini juga ada gejala penodaan terhadap ikatan kebangsaan yang dilakukan melalui proses-proses yang secara formal-konstitusional demokratis.

“Diskriminasi atau dominasi yang menimbulkan intoleransi justeru dibangun dengan cara yang katanya demokratis, korupsi bisa dibangun melalui demokrasi, kesewenang-wenangan dilakukan atas nama kekuasaan yang sudah diperoleh secara demokratis,” tegasnya.

Saat ini kata Mahfud, hal yang diperlukan adalah langkah apa yang secara demokratis bisa dilakukan untuk mengubah situasi yang ditimbulkan oleh fakta penyanderaan terhadap demokrasi itu sendiri.

“Misalnya, kita setuju perbaikan Undang-Undang (UU) Threshold, UU Pemberantasan Korupsi, RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal dan sebagainya tapi Parpol dan DPR tak setuju,” katanya.

Mahfud pun meminta agar permasalahan ini dipikirkan bersama karena dalam menghadapinya terdapat benturan. Hal tersebut tak hanya berasal dari legislatif tetapi dari pengusaha yang berniat berbuat nakal serta benturan internal birokrasi pemerintah sendiri.

Menurut Mahfud, mencari jawaban normatif atas problem demokrasi di Indonesia sangat gampang dan banyak. Tapi yang sulit adalah bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh.

“Jawabannya tentu mudah kalau kita hanya akan mengatakan perlu kesadaran kolektif. Yang sulit adalah bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh untuk membangun kesadaran kolektif itu tanpa harus melakukan operasi Caesar,” pungkasnya.

Odorikus Holang

Editor      :
Reporter :