Terkait Korupsi Penademi Covid-19, KPK Periksa Wakil Bupati Bandung Barat

Terkait Korupsi Penademi Covid-19, KPK Periksa Wakil Bupati Bandung BaratWakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan.

KEADILAN – Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (27/7/2020).

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya memanggil Hengky sebagai saksi dalam lanjutan kasus korupsi yang menyeret Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid 19.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AUS (Aa Umbara Sutisna),” ujar Ali.

Dalam konstruksi perkara disebut pada Maret 2020 karena adanya pandemi COVID-19, Pemkab Bandung Barat menganggarkan sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi COVID-19 dengan melakukan “refocusing” anggaran APBD Tahun 2020 pada Belanja Tidak Terduga (BTT).

Dengan menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ), Andri mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS).

Sedangkan M Totoh dengan menggunakan PT JDG dan CV SSGCL mendapakan paket pekerjaan dengan total senilai Rp15,8 miliar untuk pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bantuan Sosial Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Dari kegiatan pengadaan tersebut, Aa Umbara diduga telah menerima uang sejumlah sekitar Rp1 miliar yang sumbernya disisihkan oleh M Totoh dari nilai harga perpaket sembako yang ditempelkan stiker bergambar Aa Umbara untuk dibagikan pada masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Sementara M Totoh diduga telah menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2 miliar dan Andri diduga menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2,7 miliar. Selain itu, Aa Umbara diduga menerima gratifikasi dari berbagai dinas di Pemkab Bandung Barat dan para pihak swasta yang mengerjakan berbagai proyek di Kabupaten Bandung Barat sejumlah sekitar Rp1 miliar dan fakta ini masih terus akan didalami oleh tim penyidik KPK.

Odorikus Holang

Editor      :
Reporter :