Dinsos Depok: Siapapun Dilaramg Pungut Uang dari BST Warga

Dinsos Depok: Siapapun Dilaramg Pungut Uang dari BST WargaKepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Depok Tri Redjeki Handayani. Foto: keadilan/RF

KEADILAN- Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Depok Tri Redjeki Handayani menegaskan, tidak ada potongan maupun pungutan bagi warga yang menerima bantuan sosial tunai (BST).

“Tidak boleh ada potongan dengan dalih apapun. Tidak dibenarkan melanggar aturan,” kata Tri Redjeki kepada keadilan.id, Rabu (28/7/2021).

Dia menegaskan, intinya dari pemerintah tidak ada potongan apapun. Jadi, kalau ada potongan apapun tidak diperbolehkan.

Untuk diketahui, BST periode Mei -Juni 2021 dari Kementerian Sosial dengan total nominal Rp600 ribu sudah cair bulan Juli ini.

Penyaluran BST dikirim melalui jasa PT Pos Indonesia door to door yang langsung ke keluarga penerima manfaat (KPM).

Namun yang terjadi di lapangan, sejumlah warga Depok mengaku harus mengambil BST lewat petugas RT/RW.

Tri Redjeki menuturkan seharusnya petugas RT/RW tidak bisa mengambil uang Rp600 ribu itu,  untuk dibagikan kepada warga, karena sudah terjatah bagi setiap KPM.

“Kan ada barcode, bukan RT yamg menerima BST. Mungkin sebatas titik kumpul warga saja, tapi bukan RT yamg membagikan,” tambahnya.

Sebagai informasi dalam akun IG @ infodepok_id sabagian warganet mengeluhkan adanya pungutan dari petugas RT/RW saat hendak mencairkan BST.

“Tempat saya dipotong 50 ribu. Sama RT, bilangnya per KK dipungut 50 ribu, ” tulis salah satu warganet.

“20 ribu minimal, buat upah capek katanya,” sahut warganet lain

Pungutan ini jelas membuat nominal dana BST yamg seharusnya diterima wargav menjadi berkurang.

Rahmat Fauzi

Editor      :
Reporter :