KEADILAN – Ketua Umum Dewan Rohaniawan dan Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Xs Budi S Tanuwibowo menilai mengatasi pandemi Covid-19 harus ada upaya kolektif dari semua pihak, termasuk para tokoh lintas agama di Indonesia.
Hal tersebut diutarakan Budi dalam dialog interaktif dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD l, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Kamis (29/7/2021).
“Ini harus dilakukan serentak. Semua tokoh agama, kami siap dilibatkan. Jangankan hanya pembekalan, doa kita lakukan di mana-mana. Tapi doa tanpa kerja nyata pasti sia-sia,” ujar Budi.
Budi juga mengingatkan kepada semua tokoh agama agar tidak salah dalam bersikap. Salah satunya adalah memberikan pernyataan yang salah apalagi bukan berasal dari keahliannya.
Padanya kata Budi, persoalan virus Covid-19 ini adalah domain ilmu pengetahuan kesehatan yang tidak bisa sembarangan diberikan penilaian. Karena dikhawatirkan justru akan menyesatkan masyarakat dan membuat upaya penanggulangan pandemi terganggu.
“Urusan virus ini menjadi ranahnya ilmu pengetahuan. Kita sebagai pemimpin agama jangan memberikan informasi keliru bahwa dengan doa itu selesai, nyatanya tidak,” tuturnya.
Budi berpesan kepada pemerintah melalui Menko Polhukam agar memperhatikan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Jangan sampai ada oknum tertentu yang memanfaatkan situasi sulit ini untuk keuntungan pribadi.
“Soal bansos, kita bersyukur dimana-mana ada donatur baik hati yang menyumbang, tapi kami mohon Pak Menko agar jangan sampai ada kebocoran. Apalagi Bu Mensos sampai marah-marah ya. Ya karena di dunia ini banyak malaikat tapi banyak pula setannya yang tega melihat penderitaan rakyat,” pungkasnya.
Odorikus Holang








