Mahfud MD ‘Kritik’ Media, Sentil Berita Hoax

Mahfud MD ‘Kritik’ Media, Sentil Berita HoaxMenko Polhukam Mahfud MD.

KEADILAN – Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan, hal yang dibutuhkan masyarakat pada masa pandemi covid-19 adalah pikiran dan energi positif, semangat untuk bertahan dan saling mendukung satu sama lain.

Mahfud mengaku, pernyataan tersebut dilontarkannya merespons pemberitaan sejumlah media yang kerap menulis judul berita yang meleset dari pernyataan narasumber.

“Dibutuhkan ruang publik dan pemberitaan media yang kondusif, yang memotivasi masyarakat, tanpa harus menanggalkan independensi dan obyektifitas yang dimiliki” ujar Mahfud kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

Mahfud menambahkan, hal yang membedakan antara media sosial yang menjadi tempat berkembangnya hoax dan media mainstream adalah pada standar kualitas konten, baik dari sisi akurasi maupun aspek etik atau moral konten yang disebarkan.

“Proses yang berjenjang di ruang redaksi, dari reporter, ke redaktur dan hingga Pemred adalah jaminan kualitas dan akurasi sehingga beritanya bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selain itu kata Mahfud, tak sedikit pejabat pemerintah kerap menjadi sasaran pemberitaan yang diplintir, melenceng dari fakta.

“Seharusnya media mainstream menjaga diri agar tidak ikut-ikutan menyebar sensasi dan hoax, agar lebih membuat pemberitaan yang obyektif dan menyejukkan serta memotivasi masyarakat,” tegasnya.

Mahfud juga mengaku paham bahwa dalam penulisan judul berita, ada yang memakai teknik yang disebut Clickbait supaya membuat judul menarik dan memancing orang untuk membaca.

“Buat saya, itu tidak masalah sepanjang yang dilakukan tidak mengarahkan pembaca untuk membuat kesimpulan salah atas judul berita itu. Apalagi kalau judulnya sudah jelas-jelas salah,” tambahnya.

Menurut Mahfud, informasi hoax seputar pandemi covid-19 semakin mengkhawatirkan. Data terbaru misalnya, dari tanggal 23 Januari 2021 hingga 3 Agustus 2021, jumlah hoax tentang Covid mencapai 1.827 hoax. Khusus untuk Vaksin saja, ada 278 hoax.

“Pada titik ini, peran teman-teman media sangat dibutuhkan, untuk mengimbangi dengan berita-berita yang kredibel dan mencerahkan publik. Jangan sampai justru tergoda untuk ikut membuat angle atau judul berita yang sensasional menyerupai hoax di Media Sosial,” tukasnya.

Odorikus Holang

Editor      :
Reporter :