Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Damkar Lamban, Begini Penjelasan Kejari Depok

Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Damkar Lamban, Begini Penjelasan Kejari DepokKantor Dinas Damkar Kota Depok. FOTO: okezone

KEADILAN- Baru-baru ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok dikritik lantaran dianggap lambat mengungkap kasus dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok.

Akibat kasus itu, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok Gandaria Budiana ikut diperiksa kejaksaaan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengungkapkan, sejauh ini kasus tersebut masih tahap penyelidikan sehingga belum ada penetapan tersangka.

“Untuk kasus tindak pidana korupsi membutuhkan ketelitian dan keyakinan dari penyelidik karena masih dalam tahap penyelidikan  jadi tidak bisa sembarangan,” kata Wisnu kepada keadilan.id, Jumat (6/8/2021).

Kasus ini sempat menyita perhatian publik ketika salah seorang pegawai Dinas Damkar, Sandi Butar Butar mengungkapkan adanya dugaan korupsi di instansinya pada Maret 2021. Kejari Depok sendiri mulai melakukann pendalaman sejak April 2021.

Dari hasil pendalaman tersebut mengindikasikan ada dugaan unsur pidana sehingga perkara dilimpahkan ke tim Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Depok.

“Kasus korupsi membutuhkan kehati-hatian. Tugas teman-teman dari seksi pidsus juga bukan hanya kasus damkar saja. Teman-teman juga sedang menyelidiki tiga kasus lain.  Bisa dibayangkan betapa berat beban pekerjaan teman-teman,” sambungnya.

Ia menambahkan bahwa para penyelidik di seksi pidsus baru sembuh dari Covid’-19 minggu lalu karena tertular dari Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok , Gandaria Budiana yang saat itu dipanggil memberi keterangan.

“Namun kami tetap komitmen untuk menyelesaikan setiap kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan profesional dan proporsional, sebagai pertanggungjawaban dan pelayanan terhadap laporan masyarakat,” janji Wisnu.

Kejari Depok mendalami penggelembungan anggaran  dana pengadaan pakaian dinas lapangan tahun 2017-2019 serta pemotongan uang insentif penyemprotan desinfektan pada 2020.

Sejauh ini Kejari Depok telah memeriksa sekitar 60 orang. Selain Gandaria Budiana, yang ikut diperiksa adalah dua kepala bidamg, kepala seksi, bendahara, staf surat menyurat, kontraktor, staf ASN BKD Depok serta tiga puluhan tenaga honorer pada dinas Damkar.

Rahmat Fauzi

Editor      :
Reporter :