Tersangka Penghalang Tamu Negara, Berbohong

Tersangka Penghalang Tamu Negara, Berbohong
Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng ketika menunjukkan beberapa barang bukti terkait tersangka IL (foto Keadlian/CH)

KEADILAN – Dianggap menghalangi tamu negara ketika hendak menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden beberapa waktu yang lalu, IL, pemilik mobil berplat B 1 RI diamankan oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. IL pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng mengatakan, mobil tersebut merupakan milik seseorang berinisial IL. Kala itu, keberadaan mobil IL menghalangi para tamu negara yang menginap di hotel tersebut. “Akhirnya dilaporkan ke kepolisian dan setelah dicek, ternyata kedapatan dua senjata tajam. Tersangka ini akhirnya dibawa ke Polda Metro,” ujar Gede di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/11/2019).

Lebih lanjut Gede mengungkapkan plat mobil B 1 RI yang terpasang di mobil tersangka diketahui palsu. “Setelah kita periksa di Ditlantas Polda Metro, plat yang benar adalah B 1442 KJM,” lanjutnya.

Diakui tersangka bahwa senjata tajam yang ada di dalam mobil merupakan peninggalan keluarganya yang masih raja di Pulau Buru. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan lagi-lagi tersangka berbohong, ia tidak memiliki silsilah keturunan raja Pulau Buru.

Kebohongan lainnya adalah gelar Profesor yang diletakkan di KTP. “Setelah kita cek ke Dikti Kemendikbud, tersangka tidak terdaftar sebagai profesor,” jelasnya.

Mengenai alasan IL ingin datang ke pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, ia hanya ingin dipandang sebagai orang terpandang. Ia ingin diakui sebagai seorang pejabat negara. “Tersangka tidak punya undangan pelantikan presiden. Namun ia pernah masuk ke gedung DPR dan berhasil,” tandasnya.

 

CHAIRUL ZEIN
Editor      :
Reporter :