Delapan Terdakwa Perkara Asabri Didakwa Rugikan Negara Rp22,788 Triliun

Delapan Terdakwa Perkara Asabri Didakwa Rugikan Negara Rp22,788 TriliunSidang dakwaan kasus PT Asabri. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Delapan terdakwa perkara dugaan korupsi pengelolaan dana PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero) didakwa merugikan keuangan negara senilai Rp22,788 triliun.

Mereka adalah Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020 Letjen Purn. Sonny Widjaja, Dirut PT Asabri periode 2012-2016 Mayjen Purn. Adam Rachmat Damiri, Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2014-2019 Hari Setianto, Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2012-2014 Bachtiar Effendi.

Kemudian, Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) Lukman Purnomosidi, Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, Dirut PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan Kepala Divisi Investasi PT Asabri periode 2012-2017 Ilham Wardhana Siregar (meninggal dunia).

Jaksa penuntut umum (JPU) menilai, Sonny Widjaya bersama-sama dengan tujuh terdakwa lainnya (masing-masing dilakukan penuntutan secara terpisah) melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp22,7 triliun.

“Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum yang dapat merugikan keuangan negara PT Asabri (Persero) sebesar Rp22.788.566.482.083,” kata jaksa Saeful Bahri Siregar di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (16/8/2021).

Kerugian keuangan negara itu, sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Nomor: 07/LHP/XXI/05/2021 tanggal 17 Mei 2021.

Jaksa dari Kejaksaan Agung ini menjelaskan, PT Asabri mendapatkan pendanaan yang berasal dari dana program Tabungan Hari Tua (THT) dan dana program Akumulasi Iuran Pensiun (AIP).

Dua program itu, bersumber dari iuran peserta Asabri setiap bulannya yang dipotong dari gaji pokok TNI, Polri dan ASN/PNS di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebesar 8 persen.

Rinciannya, untuk dana pensiun dipotong sebesar 4,75 persen dari gaji pokok dan untuk THT dipotong sebesar 3,25 persen dari gaji pokok.

Jaksa menerangkan, pada rapat Desember 2012 Ilham Wardhana Siregar menyampaikan dalam rapat direksi yang dipimpin Adam Rachmat Damiri.

Penyampaian itu, bermaksud bahwa PT Asabri harus investasi di pasar modal dalam bentuk instrumen saham dan jenis saham termasuk saham yang sedang bertumbuh atau saham-saham yang mempunyai risiko tinggi.

“Atau dikenal dengan nama ‘layer’ 2 atau ‘layer’ 3,” ungkap jaksa Yadhyn.

Saham-saham berisiko tinggi itu, antara lain saham LCGP (PT Eureka Prima Jakarta Tbk) sejak Oktober 2012, MYRX (PT Hanson International Tbk) di pasar reguler sejak 4 Oktober 2012 dan SUGI (PT Sugih Energy Tbk).

Dalam kurun waktu 2012-2019, Ilham Wardhana Siregar bersama-sama dengan Adam Rachmat Damiri, Bachtiar Effendi, Hari Setianto, dan Sonny Widjaya telah melakukan pertemuan dan sejumlah kesepakatan untuk mengatur penempatan dana PT Asabri.

Kesepakatan itu adalah bahwa PT Asabri masuk ke dalam investasi saham, reksadana, medium term note (MTN) atau surat utang jangka menengah dan investasi lainnya dengan beberapa pihak pemilik saham yaitu Lukman Purnomosidi, Danny Boestami, Benny Tjokrosaputro, Edward Seky Soeryadjaya, Bety, Lim Angie Christina, Rennier Abdul Rahman Latief, Heru Hidayat dan 15 manajer investasi lainnya.

Kemudian, sekitar Oktober 2017 Sonny dan Hari melakukan kesepakatan dengan Heru Hidayat dan Joko Hartono Tirto untuk bekerja sama dalam pengelolaan investasi PT Asabri.

“Dengan cara akan memberikan masukan mengenai saham-saham dan produk reksadana yang bisa dipertimbangkan oleh PT Asabri (Persero) untuk di subscription atau “redemption” melalui Joko Hartono Tirto,” tutur jaksa Ibnu Firman.

Kerja sama itu, melalui produk reksadana di antaranya untuk memindahkan saham-saham PT Asabri yang memiliki kinerja tidak baik dan mengalami penurunan harga.

Sejumlah reksadana buruk itu yang digunakan oleh Heru Hidayat, Ilham Wardhana B Siregar beserta pihak-pihak yang terafiliasi dalam pengaturan investasi PT Asabri.

Atas perbuatannya, para terdakwa didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan untuk terdakwa Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro dan Jimmy Sutopo dikenakan dua pasal. Ketiganya juga didakwakan pasal pencucian uang sebagaimana diancam pidana dalam Pasal 4 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sebagai informasi, dalam persidangan ini satu orang terdakwa tidak hadir karena masih berada di rumah sakit akibat terpapar Covid-19 yaitu Bachtiar Effendi selaku Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri 2012-2014.

Sedangkan satu orang lainnya, meninggal dunia saat tahap penyidikan yaitu Ilham Wardhana Bilang Siregar selaku Kepala Divisi Investasi PT Asabri (Persero) periode 1 Juli 2012-29 Desember 2016. Ilham meninggal dunia pada 31 Juli 2021.

Ainul Ghurri

Editor      :
Reporter :