BNN Depok Rehabilitasi 13  Pecandu Narkoba

BNN Depok Rehabilitasi 13  Pecandu NarkobaUpaya pendampingan rehabilitasi di Klinik Pratama BNN Depok. Foto: radar depok

KEADILAN- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok mencatat hingga Juli 2021 ada  13 pecandu narkoba yang direhabilitasi. Junlah tersebut belum memenuhi target yakni 30 hingga 40 orang setiap tahun.

Sub Kordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Depok Purwoko Nugroho mengatakan, kendala dalam memenuhi target tersebut disebabkan sulitnya mengajak para pecandu untuk bersedia di tempatkan di panti-panti rehabilitasi.

“Sangat sulit untuk mengajak para pecandu narkoba untuk mengikuti program rehabilitasi. Ini tantangan bagi kami ,” Purwoko kepada keadilan.id, Jum’at (20/8/2021).

Lebih lanjut dia mangatakan pecandu yang datang ke BNN Kota Depok usianya bervariasi, sebagian usia remaja setingkat SMP , dan SMA.

Pada umumnya, kata dia, mereka diantar orangtua maupun tetangga untuk  menjalani rehab agar terbebas dari ketergantungan narkoba. Masih sangat jarang yang datang atas inisiatif sendiri.

BNN Kota Depok mencatat ada 31 pecandu narkoba yang direhabilitasi sepanjang 2019. Mereka tersebar di berbagai panti seperti di Klinik Pratama, 20 orang di Yayasan Kaki, dan 20 orang pecandu di Yayasan Kuldesak.

Selanjutnya, pada 2020, ada 45 orang pecandu narkoba direhab di Klinik Pratama BNN Kota Depok dan 10 orang di Yayasan Kaki

Purwoko menambahkan, kendala dalam mengajak pengguna narkoba untuk menjalani rehabilitasi tidak lepas dari adanya persepsi masyarakat bahwa program rehabilitasi itu berbayar dan sesuatu yang menakutkan.

“Ada juga anggapan orangtua bahwa ketika anaknya menjadi pencandu narkoba, itu merupakan.  aib bagi keluarga. Itulah yang membuat orangtua enggan melaporkan anggota keluarga ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk direhabilitasi,” ujarnya.

Hal itu bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009. Dalam Pasal 54-55 dijelaskan bahwa para orangtua wajib melaporkan anggota keluarga pecandu narkoba ke IPW untuk dilakukan upaya rehabilitasi serta tidak akan dipidana atau dipenjara,

Di Kota Depok sendiri , lanjut Purwoko ada tiga IPWL yaitu RS Bhayangkara Brimob, UPTD Puskesmas Sukmajaya, dan Klinik Pratama BNN Kota Depok. Ada juga  komunitas Yayasan Kuldesak dan Yayasan Kaki.

Hal ini sejalan dengan amanat UU Nomor 35 Tahun 2009, Pasal 104 yang menjelaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki kesempatan berpartisipasi dalam usaha pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Rahmat Fauzi

Editor      :
Reporter :