Ketua KPAI: Kekerasan Terhadap Anak Punya Pola Baru

Ketua KPAI: Kekerasan Terhadap Anak Punya Pola Baru

KEADILAN – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, potret kasus kejahatan terhadap anak, polanya telah bergeser dari cara biasa menjadi pola baru. Orang terdekat setiap anak pun tidak semua bisa mendeteksi sejak awal.

“Apakah anak kita ini sebagai korban atau sebagai pelaku,” ujar Susanto di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Namun kabar baik yang datang dari masyarakat sendiri saat ini kata Susanto sudah berani melaporkan kepada KPAI sejumlah kasus kekerasan terbadap anak.

Kalau sebelumnya kata Susanto, masyarakat engga melapor sejumlah kasus tersebut pertimbangannya malu untuk melaporkan, alasan jarak tempuh dan faktor geografis. Selain itu ingin merahasiakan kasus-kasus yang ada dan tidak yakin dari proses yang dilakukan oleh lembaga layanan.

“Tetapi saat ini sudah semakin membaik sebenarnya, kesadaran masyarakat , Laporan ke KPAI itu semakin tinggi , laporan ke Polres unit perlindungan perempuan dan anak saat ini juga semakin tinggi, artinya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus-kasus kejahatan terhadap anak, saat ini sebenarnya sudah semakin membaik,” katanya.

Sementara pada level kesadaran hukum masyarakat kata Susanto juga sebenarnya sudah mulai membaik. Sedangkan kasus berbasis cyber saat ini juga semakin dinamis.

“Eksploitasi seksual terhadap anak itu memang saat ini kan sudah bergeser berbasis ciber. Dulu orang menawarkan agar anak dijadikan objek seksual , itu sebenarnya polanya juga melalui pola manual, tapi saat ini sudah berbasis cyber,” katanya.

Odorikus Holang

Editor      :
Reporter :