Kuasa Hukum Desak Polisi Usut Intimidasi Terhadap Wartawan di Depok 

Kuasa Hukum Desak Polisi Usut Intimidasi Terhadap Wartawan di Depok Konfrensi pers kuasa hukum wartawan Warta Kota di kantor PWI Depok. Foto: keadilan/RF

KEADILAN- Laporan kepada Polres Depok atas kasus intimidasi wartawan Warta Kota yang berinisial VRA saat meliput BTS meal di Restoran cepat saji MC Donald di Jalan Margonda Raya Depok dianggap mandek.

“Sampai saat ini belum ada kemajuan yang berarti, padahal klien kami sudah memberikan bukti-bukti yang jelas,” ujar salah satu kuasa hukum wartawan dari DNT Lawyears, Boris Tampubolon saat konferensi pers di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok.

Untuk diketahui, intimidasi terhadap wartawan VRA terjadi pada Rabu, 9 Juni 2021 pukul 15.30 WIB. Wartawan diberitakan menerima intimidasi dan dliarang meliput dan menyiarkan kerumunan yang terjadi di restoran cepat saji itu yang bekerjasama dengan boyband asal Korea.

VRA memang ditugaskan oleh kantor untuk meliput kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid -19. Mengingat sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar semua pihak bekerjasama dalam menurunkan angka kasus Covid-19.

“Pemberitaan mengenai kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19 tentunya penting untuk diketahui masyarakat demi mengantisipasi penyebaran Covid-19. Namun saat VRA menjalankan tugas, justru dilarang untuk melakukan peliputan dan penyiaran,” sambungnya.

Boris menuturkan pelarangan peliputan yang dialami VRA, melanggar Undang-Undang Pers dan dapat dimasukkan sebagai tindak pidana. Pelarangan yang dialami VRA tersebut juga menciderai himbauan Presiden Jokowi.

Boris menambahkan bahwa VRA telah melaporkan dugaan tindak pidana yang dialaminya ke Polres Depok dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/1113/VI/2021/SPKT/ Polres Metro Depok / Polda Metro Jaya,  tanggal 9 Juni 2021.

“Untuk itu kami menuntut kepada pihak kepolisian untuk melakukan proses hukum terhadap dugaan tindak pidana yang terjadi, dan menindak tegas pihak yang melakukan maupun menyuruh melakukan pelarangan peliputan oleh wartawan VRA dari Warta Kota,” tutupnya.

Rahmat Fauzi

Editor      :
Reporter :