Modus Baru Pabrik Narkoba di Jakarta Barat

Modus Baru Pabrik Narkoba di Jakarta BaratPengungkapan pabrik sabu di Jakarta Barat. Foto: Humas Polda Metro Jaya

KEADILAN- Polisi menemukan modus baru dalam mengolah narkoba jenis sabu di Jakarta Barat. Penyidk Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendapati modus baru yaitu menggunkan bahan baku berbentuk gel asal Turki yang  diselundupkan ke Indonesia

“Ini modus baru bahan sabu ini berbebtuk gel yang sudah 80 persen. Kemudian gel ini dilapisi bahan-bahan yang tidak terdeksi dengan sinar X,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Jakarta Barat, Kamis(9/9/2021).

Diketahui, pabrik produksi sabu ini dikendalikan oleh dua WNA asal Iran berinisial BF (31) dari FS (31). Mereka memproduksi sabu cuma berdua.

“Pembuatan sabu melibatkan dua WN asal Iran berinisial BF dan FS,” terang Yusri.

Yusri menambahkan, awalnya pelaku berinsial BF tiba di Jakarta pada tahun 2019 silam. Kemudian BF mengajak  rekannya berinsial FS untuk binis haram tersebut.

Pelaku BF penah tinggal di Jakbar yaitu Kalideres. Kemudian BF pindah di Tangsel, lalu ke Kelapa Dua.

Bahan baku gel tersebut, kata Yusri  dikirim sebanyak 55 kilogram. Kemudian, setelah diproduksi terjadi penyusutan menjadi 4,6 kilogram. Gel tersebut setelah diolah bisa menjadi kristal sabu beratnya jadi berubah.

Dalam sebulan, pabrik tersebut bisa memproduksi 4,6 kilogram sabu.  Ssabu yang diproduksi  kedua tersangka memilik kwalitas bagus dan dipasarkan ke wilayah Jakarta.

“Jakarta ini memang pangsa pasar nakoba. Meski dimasa Covid-19 ini polisi sibuk. Kami tetap melakukan pengungkapan,” papar Yusri.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juarsa mengatakan, penyelundupan gel sebagai bahan pembuatan sabu dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

“Ini tidak bisa terdeteksi dengaj sinar X- ray, karena gel ini dibungkus sehingga dianggap makanan,” kata Juarsa.

Kedua pelaku dijerat Pasal  123 ayat (3) subsider Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayar (2) junto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau mati.

Darman Tanjung

Editor      :
Reporter :