Kejagung Usut Pengadaan Obat AIDS

KEADILAN – Kejaksaan Agung (kejagung) mengusut dugaan korupsi pengadaan obat AIDS di Kementerian Kesehatan RI. Pengadaan kegiatan proyek senilai Rp826,7 miliar pada 2016 tersebut menyimpang dari prosedur karena tidak melakukan survei harga terhadap obat-obat impor tersebut.
Menurut Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri, pihaknya sampai kini masih memeriksa secara intensif sejumlah pihak yang terlibat pengadaan tersebut. Terutama pejabat di Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Pembekalan Kesehatan pada Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang melakukan pengadaan tersebut.
“Kemarin kita memeriksa saksi NR dan Sd. Keduanya dari Kementerian Kesehatan RI,” ujar Mukri.
Mukri juga mengatakan ada dua rekanan yang terlibat pengadaan itu. Keduanya adalah
PT. Kimia Farma Trading & Distributor (anak perusahaan dari PT. Kimia Farma (persero) Tbk), dan PT. Indofarma Global Medika (anak perusaan dari PT. Indofarma.

SYAMSUL MAHMUDDIN
Editor      :
Reporter :