Terima Gelar Profesor, Jaksa Agung Nyatakan Sumber Dari Hukum Adalah Moral

Terima Gelar Profesor, Jaksa Agung Nyatakan Sumber Dari Hukum Adalah MoralPengukuhan gelar Profesor umtuk ST Burhanuddin di Unoversitas Soedirman

KEADILAN – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan para jajarannya bahwa sumber dari hukum adalah moral. Dan di dalam moral ada hati nurani. Hal ini disampaikannya saat dikukuhkan sebagai Profesor Bidang Ilmu Hukum dan Guru Besar Tidak Tetap Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jumat (10/9).

Menurut Burhnuddin, profesionalitas seorang jaksa akan sempurna jika dapat menyeimbangkan antara intelektual dan integritas. “Saya sangat meyakini jika setiap manusia memiliki dan mampu untuk menggunakan hati nurani. Oleh karena itu, saya tidak menghendaki para jaksa melakukan penuntutan asal-asalan, tanpa melihat rasa keadilan di masyarakat. Ingat, rasa keadilan tidak ada dalam text book, tetapi ada dalam hati nurani,” ucapnya.

Karenanya, lanjut Burhanuddin, jangan sekali-kali menggadaikan hati nurani, karena itu adalah anugerah termurni yang dimiliki manusia dan itu adalah cerminan dari sifat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Burhanuddin juga mengatakan keadilan adalah tujuan utama dari hukum, tetapi bukan berarti tujuan hukum yang lain, yaitu kepastian dan kemanfaatan terpinggirkan. “Ketika keadilan hukum, kemanfaatan hukum, dan kepastian hukum saling menegasikan, maka hati nurani menjadi jembatan untuk mencapai titik neraca keseimbangan,” lanjutnya.

Ketika kemanfaatan hukum dan kepastian hukum yang dilandasi dengan hati nurani telah tercapai secara bersamaan, kata dia, maka keadilan hukum akan terwujud secara paripurna. “Adanya komponen hati nurani yang memiliki andil besar dalam mewujudkan keadilan hukum ini, saya namakan sebagai Hukum Berdasarkan Hati Nurani,” jelasnya

Dan ditegaskan Burhanuddin, semakin tinggi nilai penggunaan hati nurani, maka semakin tinggi pula nilai keadilan hukum yang dapat diwujudkan. “Hukum berdasarkan hati nurani adalah cara untuk mewujudkan keadilan hukum yang hakiki dengan berpijak pada kemanfaatan hukum dan kepastian hukum yang dicapai secara bersamaan dengan cara melibatkan hati nurani,” pungkasnya.

Chairul Zein

Editor      :
Reporter :