Muhammad Kece Alami 10 Luka Lebam di Wajah dan Panggung

Muhammad Kece Alami 10 Luka Lebam di Wajah dan PanggungDirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi. Foto : istimewa

KEADILAN- Bareskrim Polri memeriksa Irjen Napoleon Bonaparte sebagai terlapor  dalam dugaan penganiayaan Muhammad Kece. I

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu diperiksa seputar kronologis, motif dan pemilihan waktu terjadinya penganiyaan.

Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa 12 saksi hingga petugas jaga di Rutan Bareskrim Polri saat kejadian.

Selain itu, penyidik juga memeriksa seorang dokter yang melakukan visum terhadap korban. Dari hasil visum diketahui Muhammad Kece mengalami sepuluh luka lebam di bagian wajah dan punggung.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, akan mempertegas hasil visum dari keterangan dokter yang diperiksa penyidik.

“Untuk dokter visum akan dipertegas hasil visum. Hasil visum ada 10 poin. Bahwa saat visum ada 9 luka lebam di wajah dan satu di punggung sebelah kanan,”  kata Andi kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Sementara terkait terlapor NB, kata Andi, tidak dilakukan sendirian sehingga akan ditelusuri termasuk yang membantu penganiayaan tersebut.

“Pasal pokoknya dalam LP 135 KUHP. Untuk yg membantu Pasal 55 turut membantu. Kita akan dalami NB,” tegas Andi.

Saat itu, kata dia, penyidik sudah mengumpulkan sejumlah alat bukti termasuk rekaman CCTV.

Andi menjelaskan, Propam Polri juga sudah meneriksa petugaa tetkait pergantian gembok tahanan sehingga terjadi peristiwa penganiayaan.

terkait saksi NB yang berbeda cluster dengan korban,

“Provam sudah bergerak. Kita juga harus sadar NB perwira bintang 2 yang aktif berhadapan dengan bintara” tegasnya.

Seperti diketahui, Irjen Napoleon Bonaparte sendiri sudah mengakui perbuatannya melalui surat terbuka yang dikirimkan kepada media. Napoleon mengaku menganiaya karena tidak terima Muhammad Kece menista agama yang dianutnya.

Darman Tanjung

Editor      :
Reporter :