Mantan Pejabat Ditjen Pajak Didakwa Suap Rp57 Miliar

Mantan Pejabat Ditjen Pajak Didakwa Suap Rp57 MiliarEks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prasetyo Aji. Foto: kompas

KEADILAN- Jaksa KPK mendakwa mantan pejabat pajak Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani telah menerima suap senilai Rp15 miliar dan 4 juta dola Singapura atau senilai Rp42 miliar.

Surat dakwaan tersebut dibacakan oleh Jaksa KPK dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

“Terdakwa 1 (Prayitno) dan terdakwa 2 (Dadan Ramdani) telah menerima uang sebesar Rp15 miliar dan 4 juta dolar Singapura (Rp42 miliar),” demikian tulis surat dakwaan yang dikutip, Rabu (22/9/2021).

Jaksa menuturkan, nilai suap itu berasal dari tiga korporasi. Ketiga perusahaan itu antara lain PT Gunung Madu Plantations yakni Aulia Imran Magribi dan Ryan Ahmad Ronas selaku konsultan pajak, PT Jhonlin Baratama dari Agus Susetyo selaku konsultan pajak, dan PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Bank Panin dari Veronika Lindawati.

Menurut jaksa, suap diberikan agar Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak dan Dadan Ramdani sebagai Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan saat itu melakukan rekayasa penghitungan pajak pada perusahaan pemberi suap. Keduanya menerima suap itu sejak Januari 2018 sampai September 2019.

Jaksa mengungkapkan, perbuatan Angin Prayitno dan Dadan ini dibantu oleh Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, dan Yulmanizar, serta Febrian selaku tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak.

“Merekayasa hasil penghitungan pajak pada wajib pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk tahun pajak 2016; wajib pajak PT Bank PAN Indonesia (Panin) Tbk tahun pajak 2016, dan wajib pajak PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017, yang bertentangan dengan kewajibannya,” beber jaksa.

Ainul Ghurri

Editor      :
Reporter :