Mahfud MD: Pemberantasan Pengiriman Migran Ilegal Tanggungjawab Bersama

Mahfud MD: Pemberantasan Pengiriman Migran Ilegal Tanggungjawab BersamaMenkopolhukam Mahfud MD saat berdialog dengan Ketua BP2MI Benny Rhamdani dan tim.

KEADILAN- Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menemui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantornya, Rabu (22/9/2021). Pertemuan tersebut membahas soal kejahatan perdagangan manusia (human trafficking).

Dalam pertemuan tersebut, Benny menegaskan, pemberantasan mafia penempatan ilegal pekerja migran membutuhkan kerjasama semua pihak termasuk kementerian dan lembaga.

Menurut Benny, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2021, tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2008 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT TPPO). Dalam perubahan tersebut, Menko Polhukam terlibat sebagai ketua II GT TPPO.

“Keterlibatan peran kementerian dan lembaga menjadi kewenangan dari Menko Polhukam, sehingga tadi kami mohon arahan dan petunjuk dan Alhamdulillah direspon dengan baik,” paparnya.

Benny berharap, sinergi yang akan dilakukan Menko Polhukam menghasilkan kerja bersama serta menghadirkan negara bagi pekerja migran Indonesia.

“Kita menyebutkannya mereka adalah pahlawan devisa, mereka penyumbang devisa terbesar kedua kepada negara ini, kita ingin membuktikan juga bahwa perintah presiden untuk melindungi PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki benar-benar bisa diwujud nyatakan,” pungkasnya.

Gayung bersambut, Mahfud berjanji akan segera menindaklanjuti, khususnya beberapa hal yang terkait dengan kewenangan koordinasi Kementerian Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Sejauh ini kata Mahfud, negara sudah responsif menyikapi berbagai problem, termasuk persoalan kejahatan perdagangan manusia.

“Negara ini sudah responsif betul, setiap ada masalah kita selalu merespon dengan aturan. Membangun hukum itu ada tiga, yaitu satu aturannya, kedua strukturnya/aparatnya dan ketiga budayanya. Kalau ketiganya ini tidak sama ya macet. Seringkali dalam merespon banyak hal, kita selesai di pembuatan aturan, rusak di strukturnya. Tapi mari kita benahi bersama,” ujar Mahfud.

Pemberantasan pengiriman migran ilegal di Indonesia, lanjut Mahfud, menjadi tanggung jawab semua pihak. Mahfud berharap semua stakeholder bisa bergandeng tangan bersama-sama membenahi persoalan tersebut.

“Banyak orang yang diperlakukan tidak manusiawi. Oleh sebab itu mari kita benahi,” tukasnya.

Odorikus Holang

Editor      :
Reporter :