Soal ASN Boleh Bekerja di Rumah, Mardani; Pemerintah Harus Buat Juklak 

Soal ASN Boleh Bekerja di Rumah, Mardani; Pemerintah Harus Buat Juklak 

KEADILAN – Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera mengapresiasi langkah yang diambil Kementerian Pendayagunaan Apatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yang memperbolehkan semua Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja di rumah atau work from home.

“Saya apresiasi kebijakan ini, karena berdasarkan fakta, semua tempat berkumpul dapat menjadi sarana penyebaran virus covid-19,” tulis Mardani kepada Keadilan pada Selasa, 17 Maret 2020.

Namun, jelas Mardani, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemenpan-RB menjadi efektif. Politisi PKS ini berpendapat, kebijakan yang dikeluarkan hanya sekedar aturan umum tetapi tidak memuat aturan khusus yang mengatur detail pelaksanaan work from home karena, menurutnya, sangat memungkinkan menurunkan produktifitas bangsa secara drastis.

“Kebijakan itu tidak mengatur detail pelaksaan ASN yang bekerja di rumah. Itu dapat menurunkan produktiffitas bangsa, khususnya ASN,” kata Mardani.

Legislator dari DKI Jakarta ini menyarankan setiap kementerian atau pemerintahan daerah (pemda) membuat juklak untuk memastikan PNS yang bekerja di rumah tidak lepas tanggung jawab sekaligus menjadi ukuran kinerja.

Kemudian, lanjut Mardani, mekanisme pengawasan juga perlu diterapkan, agar memastikan setiap pelayanan tetap berjalan seperti biasanya. Selain itu, setelah dilakukan pengawasan, terang Ia, ada sisten renumerasi yakni sanksi tegas kepada ASN yang tidak menjalankan tugas atau adanya insentif kepada ASN yang memiliki kinerja baik meski bekerja di rumah.

“Setiap kementerian perlu membuat juklak terkait kinerja ASN dan penerapan mekanisme pengawasan,” kata Mardani lagi.

Sebelumnya, Menpan-RB Tjahjo Kumolo, mengeluarkan Surat Edaran No.19 Tahun 2020 tentang penyesuaian sistem Kerja ASN yang mengatur soal pedoman bagi instansi pemerintah dalam pelaksanaan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah yang berlaku hingga 31 Maret 2020.

JUNIUS MANURUNG

Editor      :
Reporter :