Sidang Pungli, Sopir Truk: Operator Gunakan Kaca Pembesar

Sidang Pungli, Sopir Truk: Operator Gunakan Kaca PembesarHartikno, sopir truk di kawasan JICT memberikan keterangan dalam sidang perkara pungli di PN Jakut, Rabu, 29 September 2021. (Charlie)

KEADILAN – Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) kembali menggelar sidang pemeriksaan saksi perkara pungutan liar (pungli) di Tanjung Priok. Dalam sidang kali ini, Rabu (29/9/2021), saksi sopir truk yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan operator crane menggunakan kaca pembesar untuk melihat besaran uang yang ditunjukan sopir.

“Walaupun malam itu kelihatan. Saya melihat di atas (crane) ada kaca pembesar. Cuma saya tidak tahu fungsinya untuk apa. Tetapi memang ada itu kaca pembesar di atas,” ujar saksi Hartikno yang telah 12 tahun menjadi sopir di Jakarta International Container Terminal (JICT).

Seperti keterangan saksi yang dihadirkan pada sidang sebelumnya, Hartikno juga mengatakan kalau para operator crane menggunakan pengeras suara untuk untuk memperingatkan sopir apabila uang pungli kurang.

Selain itu, saksi juga menjelaskan bahwa sebelum terungkapnya pungli ini, para sopir yang tidak memberikan uang selalu diperlambat dalam proses bongkar muat. Tetapi setelah terungkap pada April lalu, proses bongkar muat di JICT lebih cepat.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Tumpanuli Marbun selaku Hakim Ketua, dengan anggota Rudi Abbas dan Budiarto mengkonfirmasi keterangan saksi kepada terdakwa. Para terdakwa yaitu, Rendy Hadyanto, Rachmat Denny, Marudut Arison, Bambang Eko mengatakan tidak keberatan dengan keterangan saksi.

Selain empat terdakwa tersebut, ke empat terdakwa lain yang sidang pemeriksaan saksinya sempat ditunda karena melakukan eksepsi, juga turut disidangkan. Mereka adalah Buhari, Wahid Wahidin, Abdulah Syafii, dan Zainul Arifin. Para terdakwa yang pegawai PT Multi Tally Indonesia (MTI) itu juga tidak keberatan dengan keterangan saksi.

Sidang ditutup. Sidang akan digelar kembali Rabu depan dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU.

Diketahui pada sidang sebelumnya, JPU Andrian Al Masudi telah menghadirkan beberapa orang saksi. Diantaranya adalah para sopir truk di kawasan JICT yang membenarkan adanya pungli, lalu saksi dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang melakukan penangkapan terhadap para pelaku. Selain itu juga saksi pegawai dari JICT dan PT MTI.

Kasus pungli di JICT ini terungkap pasca Presiden Joko Widodo menelpon Kapolri pada 10 April lalu. Saat ini puluhan terduga pelaku pungli tersebut kemudian didakwa Pasal 368 tentang pemerasan dan pengancaman, dan disidangkan dalam berkas perkara berbeda.

Charlie Tobing

Editor      :
Reporter :