Saksi Akui Antar-Jemput ke Rumah Azis Syamsuddin

Saksi Akui Antar-Jemput ke Rumah Azis SyamsuddinSidang lanjutan penyidik KPK Stephanus Robin Pattuju. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Sidang lanjutan terdakwa mantan penyidik KPK Stephanus Robin Pattuju kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Persidangan hari ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan saksi Sebastian D Marewa, salah seorang kenalan Robin yang dijadikan sopir antar jemput ke rumah Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin.

Sebastian mengaku, sempat mengenal terdakwa Robin saat ia masih berdinas di kepolisian. Waktu itu, ia masih menjadi pekerja harian lepas (Phl) di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Dalam satu kesempatan, saksi kembali bertemu dengan Robin dan meminta saksi membantunya untuk menjadi sopir.

Sebastian pernah dua kali diminta untuk mengantarkan dan menjemput terdakwa dari kosan Rizky Cinde Awaliyah, sahabat wanita terdakwa Robin ke rumah dinas Azis Syamsuddin di Jalan Denpasar Raya.

“Pernah jemput Pak Robin di rumah Pak Azis Syamsuddin, antar sekali jemput sekali. Cuma waktu itu saya enggak tahu itu rumahnya Pak Azis syamsuddin,” kata Sebastian di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/10/2021).

Saksi mengaku, mulai mengenal rumah Azis Syamsuddin setelah beberapa kali mendengar pembicaraan dan permintaan terdakwa untuk mengantar dan dijemput, saat membagi lokasi melalui aplikasi Whatsapp ke alamat rumah Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan. “Seingat saya, di akhir tahun 2020 dan Maret 2021,” ujarnya.

JPU juga menanyakan istilah kata ‘Bapak Asuh’ yang juga sempat disebut terdakwa saat akan mengantar ke rumah Azis.

“Dari mana saksi tahu istilah Bapak Asuh tersebut, dan ke siapa Bapak Asuh tersebut terdakwa maksudkan?,” tanya JPU.

“Pak Robin sendiri pernah menyebut ke saya, antarkan saya ke rumah bapak asuh, dan itu berhenti di alamat rumah Pak Azis Syamsuddin, sesuai arahan alamat dari Pak Robin,” papar Sebastian.

Selain itu, saksi juga mengaku sempat menemani terdakwa dan Agus Susanto menukarkan uang valas ke rupiah. Kemudian saksi juga mengakui pernah disuruh Nikodemus selaku adik kandung Robin untuk mengambil uang di ATM.

“Iya, ada arahan mengosongkan ATM, awalnya enggak tahu ATM siapa. Yang diambil kas Rp4,5 juta dan ada yang ditransfer Rp12 juta ke rekening Andre Hidayat, teman saya. Tapi belakangan pemilik adalah Riefka Amalia (teman Robin Pattuju),” ungkapnya.

Setelah mentransfer Rp12 juta ke rekening sahabatnya, keesokan harinya saksi diminta Niko untuk mengambil uang di rekening sahabatnya tersebut.

Setelah itu Niko meminta dirinya untuk melakukan pemblokiran rekening tersebut. Atas bantuan tersebut, Sebastian diberi imbalan sejumlah Rp 1 juta.

Bukan hanya Robin, saksi juga mengaku mengenal Maskur Husain karena Robin Pattuju sering bertemu.

“Selain itu, beberapa kali juga sering mengantar Pak Robin ke kantor Law Firm Pak Maskur Husain,” ujar Saksi.

Ainul Ghurri

Editor      :
Reporter :