Polisi Panggil Pengelola Apartemen Tempat Prostitusi Anak

Polisi Panggil Pengelola Apartemen Tempat Prostitusi Anak
Ilustrasi. www.weeklyvoice.com

KEADILAN- Penyidik Polda Metro Jaya akan memanggil ulang pengelola Apartemen Sentra Timur sebagai saksi terkait prostitusi anak di sana.

Apabila panggilan kedua ini pengelola apartemen kembali mangkir, polisi akan melakukan jemput paksa.

“Belum memenuhi panggillan, kalau tidak datang ya perintah membawa,” kata Kanit 4 Sub Direktorat Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dedi, Senin (4/10/2021).

Dedi mengatakan pihak kepolisian sebelumnya sudah memeriksa sekuriti apartemen sebagai saksi setelah polisi menggerebek praktik prostitusi online anak dibawah umur di apartemen tersebut.

Diketahui, Polda Metro Jaya menggerebek kasus prostitusi daring di Apartemen Sentra Timur, Pulogebang, Jakarta Timur, pada Rabu (28/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Polisi kemudian mengamankan empat orang wanita, tiga di antaranya yang masih berstatus anak.

Selain itu, polisi juga menangkap dua muncikari yang juga masih berstatus anak di bawah umur.

Kasus ini terungkap ketika salah satu korban meninggalkan rumah tanpa izin orang tuanya pada awal September lalu. Pihak keluarga terus berupaya menghubungi korban namun tidak pernah mendapatkan balasan dari korban.

Pada 24 September, orang tua korban tanpa sengaja melihat sebuah iklan prostitusi daring di media sosial yang menggunakan foto putrinya, namun baru dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 28 September.

Dari laporan itu polisi langsung menggerebek apartemen tersebut dan mengamankan korban.

Kedua muncikari dijerat dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau Pasal 76I Jo Pasal 88 UU Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara di atas lima tahun.

Darman Tanjung

Editor      :
Reporter :