Suntik Filler Payudara Selebgram Monica, Pasutri Diadili

Suntik Filler Payudara Selebgram Monica, Pasutri Diadili
Proses sidang perkara malpraktik penyuntikan filler di PN Jakut, Senin 4 Oktober 2021. (Charlie)

KEADILAN – Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menggelar sidang perkara malpraktik dengan terdakwa Sadidi Huldi dan Yesi Japutri. Terdakwa yang merupakan pasangan suami isteri (pasutri) diadili karena menyuntikan filler payudara kepada selebgram Monica Indah.

Penyuntikan filler tersebut menyebabkan Monica menderita infeksi payudara. Akibat perbuatannya, pasutri tersebut didakwa Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan Jo Pasal 56 Ke-1 KUHP, atau Pasal 83 UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan Jo Pasal 56 Ke-1 KUHP.

Sidang pemeriksaan saksi yang digelar Senin (4/10/2021) dipimpin oleh Boko sebagai Hakim Ketua, didampingi anggota Hotnar Simarmata dan Agung Purbantoro. Di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Jakarta Utara, Erma Ocktora, menghadirkan teman Monica yang bernama Tania sebagai saksi.

Tania mengatakan, saat itu dirinya melihat langsung proses penyuntikan filler yang dilakukan oleh kedua terdakwa pada Monica. Penyuntikan itu terjadi pada bulan November tahun 2020 lalu di apartemen di kawasan Tiga Raksa, Tanggerang.

“Waktu itu terdakwa datang pak ke apartemen berdua. Suaminya mengantar dia (Yesi). Nah si suami ini ikut bantu menyuntikan cairan filler juga,” ujar Tania yang menghadiri sidang melalu daring.

Ia menjelaskan, dirinya tidak mengetahui apakah kedua terdakwa memiliki serifikat sebagai dokter atau tenaga kesehatan. Tetapi terdakwa mengatakan bahwa itu aman. Setelah disuntikan filler tersebut, Monica malah kesakitan dan menderita infeksi disekitar bagian penyuntikan.

Tania pun sempat menderita infeksi karena disuntikan filler yang sama oleh kedua terdakwa. “Iya kan ada masih ada sisa filler saat menyuntik Monica. Itu disuntikan ke saya. Tetapi karena dosisnya sedikit, infeksinya tidak separah Monica,” ujarnya.

Majelis hakim kemudian mengkonfirmasi keterangan saksi pada kedua terdakwa. Kedua terdakwa mengatakan tidak keberatan dengan kesaksian tersebut. Tetapi mengenai penyuntikan filler ke Tania, terdakwa membantah dengan mengatakan filler itu bukan dari terdakwa, melainkan dari orang lain. Terdakwa juga mengatakan kalau penyuntikan itu atas permintaan Tania sendiri.

Sidang ditutup. Sidang akan digelar kembali Senin depan dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli.

Charlie Tobing

Editor      :
Reporter :