Perkara Pembunuhan KM 50 Dilimpahkan ke PN Jaksel

Perkara Pembunuhan KM 50 Dilimpahkan ke PN Jaksel
Ilustrasi kasus KM 50

KEADILAN – Perkara pembunuhan KM 50 Cikampek dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa 5 Oktober 2021. Perkara pembunuhan di luar hukum yang dilakukan oknum Polri terhadap empat dari enam pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) tersebut dilimpahkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam dua berkas terpisah.

Demikian disampaikan Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer, Selasa 5 Oktober 2021. “Dua terdakwa tersebut diberkas dalam dua berkas terpisah (splitsing),” ujar Leo dalam keterangan tertulisnya.

Disebutkan Leo, kedua terdakwa adalah Iptu Polisi MYO dan Briptu FR. Keduanya anggota Resmob Polda Metro Jaya. Kedua terdakwa didakwa dengan dua dakwaan berlapis. Dakwaan primair pembunuhan secara bersama-sama yaitu melanggar pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan dakwaan subsidair melanggar pasal 351 KUHP jo pasal 55 ayat 2 ke-1 KUHP.

Seperti diketahui, Komnas HAM pada 8 Januari 2021 telah melaporkan hasil penyelidikan terhadap kematian empat dari enam orang laskar Front Pembela Islam (FPI) yang berawal dari pembuntutan terhadap Rizieq Shihab pada 6-7 Desember 2020. Saat itu, anggota Polri mengikuti rombongan tokoh FPI itu bersama para pengawalnya dalam sembilan kendaraan roda empat bergerak dari Sentul ke Karawang.

Hasil investigasi Komnas HAM menyimpulkan penembakan empat dari enam laskar merupakan pelanggaran HAM. Menurut Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam penembakan empat dari enam laskar merupakan “unlawful killing” sebab dilakukan tanpa upaya menghindari jatuhnya korban oleh aparat kepolisian.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter :