Residivis Kasus Narkoda Dituntut 9 Tahun Penjara

Residivis Kasus Narkoda Dituntut 9 Tahun Penjara
JPU Theodora Marpaung membacakan tuntutan perkara pengedaran sabu di PN Jakut, Selasa, 5 Oktober 2021. (Charlie)

KEADILAN – Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menggelar sidang tuntutan perkara pengedaran narkotika jenis sabu dengan terdakwa Arifianto pada Selasa, (5/10/2021). Dalam sidang ini, Arifianto dituntut 9 tahun dan denda Rp1 miliar subsider penjara enam bulan.

“Menuntut majelis hakim yang mengadili perkara ini untuk memutuskan terdakwa Arifianto alias Ipin menyatakan terbukti melakukan tindak pidana dan menjatuhkan pidana penjara selama 9 tahun dikurangi selama masa tahanan. Menyatakan terdakwa untuk membayar denda Rp1 miliar rupiah. Apabila tidak dibayar, diganti dengan kurungan enam bulan penjara. Menyatakan barang bukti berupa satu plastik klip bening berisikan sabu seberat 0,873 gram, satu klip plastik bening berisi plastik klip bening biru, dan satu unit handphone,“ ucap Jaksa Penunutu Umum (JPU ) Theodora Marpaung saat membacakan surat tuntutannya.

Usai pembacaaan surat tuntutan, majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Benny Otavianus, serta Maryono dan Maskur sebagai anggota memberikan waktu satu minggu kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan. Sidang ditutup.

Pada sidang pemeriksaan terdakwa sebelumnya, Arifianto mengaku kalau dirinya sudah berulangkali membeli sabu dengan harga Rp1 juta per gramnya. Pertama terdakwa membeli sabu 10 gram. Sabu tersebut dia jual habis selama dua minggu. Kemudian dia membeli lagi 15 gram. Terdakwa mendapat untung Rp300 ribu untuk setiap gram sabu yang ia jual.

Namun terkait 15 gram sabu yang ia beli kedua kali, dia mengaku belum sempat menjualnya. Arif juga mengatakan bahwa 14 gram sabu sisanya disembunyikan orang tuanya.

Saat ditanya JPU perihal perolehan sabu tersebut, Arifianto mengatakan kalau dirinya mendapatkan sabu dari residivis bernama Moris, yang dia kenal saat sama-sama mendekam di Lapas Cipinang.

Charlie Tobing

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing