Penyuap Anggota DPRD Jambi Segera Diadili

Penyuap Anggota DPRD Jambi Segera Diadili
Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK. Foto: Antara

KEADILAN- Tim Penyidik KPK melimpahkan berkas perkara kasus suap DPRD Provinsi Jambi, dengan tersangka Paut Syakarin ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Dengan telah dilakukannya pemeriksaan kelengkapan berkas perkara tersangka PS (Paut Syakarin) oleh tim jaksa dan dinyatakan lengkap, tim penyidik melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti kepada tim jaksa,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, melalui keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Paut Syakarin selanjutnya akan  ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

Dalam waktu 14 hari kerja, tim JPU akan menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor Jambi.

Diketahui, Paut merupakan salah seorang kontraktor Jambi yang diduga memberikan uang suap kepada sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017.

Perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan pada 28 November 2017. Dalam perkembangannya, KPK menemukan indikasi praktik uang “ketok palu”.

Jumlah dana yang disiapkan oleh Paut Syakarin, kurang lebih Rp2,3 miliar dengan pembagian pertama sebesar Rp325 juta.

Pada November 2016, pemberian uang oleh Paut dilakukan melalui Hasanudin kepada Anggota DPRD Jambi 2014-2019 Effendi Hatta di lapangan parkir Bandara Sultan Thaha Jambi.

Uang itu, merupakan titipan untuk 13 orang anggota komisi III. Menurut KPK, uang dibagikan oleh anggota DPRD Jambi 2014-2019 Zainal Abidin.

Pada sidang-sidang sebelumnya, Paut disebut menyerahkan uang kepada masing-masing Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 mendapatkan Rp25 juta di salah satu hotel di Bogor, Jawa Barat. Pemberian uang selanjutnya yakni sebesar Rp1,950 miliar, dilakukan sekitar akhir Januari 2017.

Dalam perkara ini, mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola ikut menjadi tersangka dan saat ini tengah menjalani masa hukumannya.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri