Perkara Pengadaan Tanah di Cipayung Segera Disidangkan

Perkara Pengadaan Tanah di Cipayung Segera Disidangkan
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Foto: ist

KEADILAN – Penyidik KPK telah merampungkan berkas perkara  dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka masing-masing AR dan TA ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Sedangkan satu tersangka lain inisial RHI di Rutan KPK pada Kavling C1.

“Hari ini (7/10/2021) dilaksanakan Tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari tim penyidik kepada tim jaksa untuk tersangka AR dkk dan Tsk PT AP (sebagai Korporasi) dimana kelengkapan berkas perkaranya telah diperiksa oleh tim jaksa dan dinyatakan lengkap,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Dengan demikian, kata Ali, penahanan  ketiga tersangka akan diperpanjang oleh tim jaksa untuk 20 hari ke depan.

Tim jaksa juga diberi waktu selama 14 hari kerja untuk secepatnya menyusun surat dakwaan agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Tim jaksa diberikan waktu selama 14 hari kerja untuk segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi yang menyeret Anja Runtuwene berawal dari kerja sama antara PD Pembangunan Sarana Jaya (PDPSJ) dengan perusahaan Anja, PT Adonara Propertindo. Anja aktif menawarkan tanah di Munjul.

Perkara ini terkait pengadaan bank tanah Pemprov DKI Jakarta. Untuk mendalami pengadaan tanah ini, penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di beberapa tempat untuk melengkapi bukti-bukti pada Senin (8/3/2021).

Tempat yang digeledah itu adalah, Kantor Adonara Propertindo (AP) di Gandaria Utara, Kebayoran, Jakarta Selatan; Gedung Sarana Jaya, Jakarta Pusat; dan rumah kediaman dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini.

Dari penggeledahan itu, ditemukan dan diamankan bukti diantaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Darman Tanjung