Akte Nikah Palsu, Terdakwa Tak Ajukan Saksi Meringankan

Akte Nikah Palsu, Terdakwa Tak Ajukan Saksi Meringankan
Hakim Ketua Hotnar Simarmata memimpin jalannya sidang perkara pemalsuan akta nikah dengan terdakwa WNA asal Yaman. (Charlie)

KEADILAN – Sidang Pemalsuan akta nikah dengan terdakwa WNA asal Yaman ditunda lantaran terdakwa tidak mengajukan saksi. Majelis hakim pun memutuskan untuk melanjutkan persidangan dengan agenda tuntutan pada sidang mendatang.

Pada sidang sebelumnya, majeIis hakim memberikan waktu dua minggu kepada Hamman untuk menghadirkan saksi yang meringankan. Bahkan majelis hakim mempersilahkan isteri Hamman yang saat itu juga menyaksikan jalannya sidang, untuk diajukan sebagai saksi. Tetapi pada sidang Kamis (7/10/2021) Hamman tidak juga mengajukan saksi.

Majelis hakim yang dipimpin Hotnar Simarmata sebagai Hakim Ketua, bersama Agung Purbantoro dan Edi Junaidi sebagai anggota pun memutuskan untuk melanjutkan sidang dengan agenda pembacaan tuntutan. Tuntuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) nantinya akan dibacakan pada sidang berikutnya, Kamis (14/10/2021).

Sebelumnya diberitakan, WNA asal Yaman bernama Mahmood Hamman menjadi terdakwa atas tuduhan pemalsuan akta nikah yang ia gunakan untuk mengajukan surat izin tinggal tetap di Indonesia. Pemalsuan akta nikah ini diungkap sendiri oleh Kedutaan Besar Yaman, yang kemudian melaporkannya kepada Kantor Imigrasi Jakarta Utara. Setelah melakukan penelusuran, Direktorat Penyidikan Imigrasi menemukan bahwa buku nikah Mahmood ternyata tidak teregister di KUA Jakarta Utara. Atas pemalsuan akta nikah tersebut, Hamman didakwa dengan Pasal 123 huruf a Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Pada sidang sebelumnya, JPU Andria Al Masudi dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan Hadi dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta juga sudah menghadirkan saksi ke persidangan. Saksi dari KUA yang diajukan JPU mengatakan bahwa buku nikah Mahmood itu palsu. Sebab buku nikah Mahmood masih ditulis tangan. Sedangkan pada tahun 2019 buku nikah Mahmood diterbitkan, pengetikan buku nikah di KUA telah menggunakan komputer.

Charlie Tobing

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing