Polisi Tipu Polisi, AKBP dan Isteri Dituntut 4 Tahun

Polisi Tipu Polisi, AKBP dan Isteri Dituntut 4 Tahun
JPU Theodora Marpaung membacakan tuntutan dalam sidang perkara TPPU dengan terdakwa AKBP Achmad Maktal dan Monica Margaretha di PN Jakut, Kamis, 7 Oktober 2021. (Charlie)

KEADILAN – Pengadilan Negeri Jakarta Utara menggelar sidang pembacaan tuntutan perkara polisi menipu polisi, Kamis 7 Oktober 2021. Terdakwa AKBP Achmad Maktal dan isteri sirinya Monica Margaretha, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Theodora Marpaung dengan pidana 4 tahun penjara dan denda 500 juta subsider 6 bulan penjara.

“Saudari dengar ya tuntutan Bu Jaksa. Perbuatan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana melanggar Pasal 480 Jo Pasal 5 UU TPPU. Menjatuhkan pidana selama 4 tahun denda 500 juta subsider 6 bulan,“ ujar Hakim Ketua Edi Junaidi kepada terdakwa Monica mengulang tuntutan yang dibacakan JPU.

Terdakwa Achmad yang lebih dulu dibacakan tuntutannya juga dituntut dengan 4 tahun penjara. Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan waktu kepada para terdakwa untuk menyiapkan pembelaan. Pembelaan nantinya akan dibacakan pada Selasa, (12/10/2021).

Sebelumnya diketahui, AKBP Achmad Maktal dan isteri sirinya, Monica Margaretha menjadi terdakwa atas kasus penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Achmad sedikitnya sudah menipu dua perwira polisi, yaitu Dansat Brimob Gorontalo Kombes Pol Rantau Isnur Eka dan Dirlantas Polda Sulawesi Utara Dirlantas Polda Sulawesi Utara AKBP Robertho Pardede. Kedua perwira polisi tersebut juga sempat dihadirkan ke persidangan sebagai saksi.

Selain itu, JPU juga telah menghadirkan saksi Purianto yang dikatakan juga sebagai anggota Polri. Sedangkan pada sidang Senin (30/8/2021), tiga orang saksi dari Bank BCA dan MyBank membenarkan adanya aliran dana ke rekening Achmad Maktal pada bulan Desember 2020 dari Rantau, Robertho, dan Purianto. Uang yang masuk tersebut kemudian ditransfer oleh Achmad ke rekening Monica. Tetapi saksi ahli yang harusnya dihadirkan ke persidangan sempat tidak hadir selama sebulan. Hingga akhirnya, keterangan ahli dibacakan di sidang, Senin (9/9/20201).

Charlie Tobing

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing