Bunuh 4 Orang, Dua Terdakwa Tak Ditahan PN Jaksel

Bunuh 4 Orang, Dua Terdakwa Tak Ditahan PN JakselIlustrasi tragedi KM 50 Cikampek

KEADILAN – Dua terdakwa perkara Unlawful Killing alias pembunuhan di luar hukum di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat tidak ditahan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Alasannya kejaksaan sebagai penuntut umum tidak menahan kedua terdakwa saat kedua tersangka diserahkan penyidik kepolisian. Demikian disampaikan Humas PN Jaksel, Suharno, di Jakart, Jumat 8 Oktober 2021.

Kedua terdakwa adalah oknum Reserse Polda Metro Jaya yakni Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan. Perkaranya sebelumnya seperti dikatakab Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, sudah dilimpahkan ke PN Jaksel.

Penunukkan PN Jaksel sebagai tempat diadilinya kasus pembunuhan 4 orang rombongan Habib Riziq Shihab tersebut, menurut Leo sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor:187/KMA/SK/IX/2021 tanggal 16 September 2021. Dimana MA menunjuk PN Jakarta Selatan untuk memutus perkara tersebut.

“Penunjukkan pengadilan negeri Jakarta Selatan untuk Memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama terdakwa Ipda M Yusmin Ohorella dan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan,” kata Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer dalam siaran persnya, Selasa (5/10/2021) lalu.

Kedua berkas perkara dan surat dakwaan kedua terdakwa dilimpahkan dan diterima langsung oleh Panitera Muda Pidana pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (5/10/2021) siang lalu.

Adapun Ipda M. Yusmin Ohorella berdasarkan surat pelimpahan perkara acara pemeriksaan biasa (P-31) Nomor B-906/APB/SEL/Eoh.2/10/2021 tanggal 05 Oktober 2021.Kemudian, Briptu Fikri Ramadhan berdasarkan surat pelimpahan perkara acara pemeriksaan biasa (P-31) Nomor B-907/APB/SEL/Eoh.2/10/2021 tanggal 05 Oktober 2021.

“Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selanjutnya menunggu penetapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk penetapan hari sidang,” imbuh Kapuspenkum.

Pasal yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum terhadap 2 orang terdakwa tersebut yaitu pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, Pasal 351 ayat (3) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Seperti diketahui, Komnas HAM pada 8 Januari 2021 telah melaporkan hasil penyelidikan terhadap kematian empat dari enam orang laskar Front Pembela Islam (FPI) yang berawal dari pembuntutan terhadap Rizieq Shihab pada 6-7 Desember 2020.

Saat itu, anggota Polri mengikuti rombongan tokoh FPI itu bersama para pengawalnya dalam sembilan kendaraan roda empat bergerak dari Sentul ke Karawang.

Hasil investigasi Komnas HAM menyimpulkan bahwa insiden penembakan empat dari enam laskar merupakan pelanggaran HAM.

Menurut Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam penembakan empat dari enam laskar merupakan “unlawful killing” sebab dilakukan tanpa upaya menghindari jatuhnya korban oleh aparat kepolisian.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter :