Pengadilan Tinggi DKI Tolak Banding Mantan Dirut PT Danareksa Sekuritas

Pengadilan Tinggi DKI Tolak Banding Mantan Dirut PT Danareksa Sekuritas
Mantan Dirut PT Danareksa Sekuritas Marciano Hersondrie Herman (kanan) dan mantan Direktur Operasional Finance Erizal di gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/9/2020).  Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

KEADILAN – Upaya banding yang dilakukan mantan Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Marciano Hersondrie Herman ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta.

Marciano tetap dihukum 7 tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan kepada Dirut PT Evio Sekuritas Rennier Abdul Rahman Latief sebesar Rp 155 miliar.

“Menguatkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 07 Mei 2021 Nomor 61/Pid.Sus-TPK/2020/PN.JKT.PST yang dimintakan banding tersebut,” kata ketua majelis Muhamad Yusuf sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung, Senin (11/10/2021).

Adapun anggota majelis ialah Lafat Akbar dan Reny Halida Malik.

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut Rennier melakukan kesepakatan dengan Marciano agar PT Danareksa Sekuritas bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dan penjamin emisi efek (underwriter) serta penasihat keuangan (financial advisor). Padahal PT Danareksa Sekuritas belum melakukan analisis internal, termasuk kondisi keuangan yang belum memadai sebagai pembeli siaga (standby buyer).

Di lain pihak, Rennier sengaja mengkondisikan laporan penilaian KJPP atas Saham PT RITS Ventures Limited selaku Holding PT Indo Wana Bara Mining Coal agar memenuhi persyaratan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan listing di bursa saham.

“Rennier, Teguh Ramadhani, Marciano Hersondrie Herman, dan Sujadi melakukan kesepakatan membuka akun rekening efek di PT Danareksa Sekuritas atas nama beberapa nomine yang digunakan untuk perdagangan saham di bursa dengan menggunakan jaminan berupa saham SIAP yang tidak masuk dalam Daftar Tradable Shares yang diterbitkan oleh Komite Pengelolaan Risiko (KPR) PT Danareksa Sekuritas,” kata jaksa.

Jaksa menyebut perbuatan para terdakwa itu mengakibatkan kerugian negara Rp 155 miliar. Adapun PT Danareksa Sekuritas adalah anak usaha BUMN PT Danareksa. Kasus itu kemudian bergulir ke pengadilan.

Diketahui, pada 7 Mei 2021, Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Marciano Hersondrie Herman. Tak terima divonis 2 tahun lebih tinggi dari tuntutan jaksa, Marciano dkk mengajukan banding ke PT DKI Jakarta.

Terdakwa Rennier divonis 8 tahun penjara. Sedangkan Teguh Ramadhani, Sujadi, Erizal  dan Zaki Mubarak Yos masing-masing dihukum 5 tahun penjara di tingkat pertama.

Sebelumnya PT DKI Jakarta juga menolak banding yang diajukab Rennier dan Zakie.  Putusan banding kedua terdakwa  disidangkan pada tanggal 15 September 2021.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Darman Tanjung