Direktur Keuangan Pelindo II Mengaku Tolak Tanda Tangan Pembayaran Craine

Direktur Keuangan Pelindo II Mengaku Tolak Tanda Tangan Pembayaran CraineDirektur Keuangan PT Pelindo II Dian M. Noer menjadi saksi di persidangan RJ Lino. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan saksi Direktur Keuangan PT Pelindo II Dian M. Noer dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Quay Container Craine (QCC) PT Pelindo II dengan terdakwa mantan Dirut PT Pelindo II RJ Lino.

Dalam kesaksiannya, Dian mengaku tidak mau menandatangani pencairan proyek QCC, lantaran adanya kekurangan persyaratan administrasi dari penyedia barang.

Salah satunya adalah Surat Perintah Penyetoran Pengembalian (SP3) belum ada. Sebab, proyek QCC itu melalui penunjukan langsung yang seharusnya melalui lelang, sehingga dia harus berhati-hati dalam menyikapinya.

Dian menjelaskan bahwa dirinya telah mendapatkan informasi dari bawahannya terkait syarat yang belum terpenuhi dalam proyek QCC tersebut.

“Poin yang disampaikan staf saya, Edy Winoto itu terkait pengadaan yang belum memenuhi atau tidak memenuhi syarat, tapi sudah ada penunjukan terhadap salah satu peserta,” ujar Dian di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Untuk itu Dian melimpahkan berkas proyek QCC itu kepada Dirut Pelindo II RJ Lino, guna menandatangani pembayaran atas kontrak QCC sebanyak 5 termin pembayaran.

“Betul, saya menyerahkan kepada dirut (Pelindo II RJ Lino). Kalau tidak salah ada dirut berkata ‘kalau begitu saya yang tandatangan saja’, lisan. Karena tidak ingin ini terhambat. Karena menyangkut denda dan pekerjaan tertunda di pabrikan,” terang Dian.

Jila proyek QCC terlambat, tambah Dian, tentunya akan ada sanksi denda keterlambatan dan denda berjalan harian.

“Semakin lama ditunda semakin besar (dendanya), ” tutur Dian.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri