Kasus Pelecehan KPI, Korban Diancam Tarik Laporan

Kasus Pelecehan KPI, Korban Diancam Tarik LaporanKantor KPI

KEADILAN – MS yang merupakan korban pelecehan dan perundungan di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengatakan dirinya sempat diancam untuk mencabut laporannya. Hal ini diungkapkan kuasa hukumnya, Muhammad Mualimin.

“Jadi dia waktu itu diancam untuk damai. Itu tanggal 8 September 2021. Tetapi kemarin kan kita dipanggil Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Itulah yang kami ungkapkan kembali di sana,” ujar Mualimin saat dihubungi, Kamis (14/10/2021).

Mualimin menjelaskan, ancaman dilakukan oleh pegawai KPI di tingkat menengah. MS diminta untuk menandatangani surat perjanjian yang isinya MS harus mencabut laporannya di Polres Metro Jakarta Pusat, dan menulis rilis bahwa laporan itu tidak benar.

“Saat perjanjian yang hadir itu korban, kelima terlapor, dan pegawai KPI tingkat menengah. Korban (MS) diminta menandatangani perjanjian yang dimana salah satu poinnya yaitu, korban diminta mencabut laporan. Kemudian dia (MS) juga diminta untuk menulis rilis bahwa laporannya tidak benar,” kata Mualimin menjelaskan.

MS lantas menolak untuk tanda tangan karena tidak ada satu pun permintaan maaf dari para terlapor. Mualimin mengatakan, pihaknya khawatir jika saat itu MS menandatangani perjanjian, nantinya perjanjian itu akan digunakan untuk menjerumuskan MS. “Dalam perjanjian itu dibuat seolah-olah korban lah yang bersalah. Kami khawatirkan, nantinya korban malah dituduh menyebarkan berita palsu,” ucapnya.

MS berharap, kata Mualimin, agar kasus ini diproses seadil-adilnya. Selain itu, MS yang merupakan karyawan honorer juga ingin laporannya mempengaruhi kontrak kerjanya di Desember nanti.

Diketahui sebelumnya, pegawai KPI berinisial MS mengaku sering menerima perundungan sejak tahun 2012. Dalam keterangan tertulisnya mengatakan pada tahun 2015, rekan kerjanya ramai-ramai memegangi kepala, tangan, kaki, dan melakukan pelecehan seksual padanya.

MS bercerita kalau dia sudah dua kali mengadukan kasus ini kepolisian, tapi tidak diteruskan. Kemudian pada awal bulan lalu MS melaporkan lima pegawai KPI, yaitu RM, FP, RT, EO dan CL ke Polres Jakarta Pusat.

Saat ini kasus MS sedang dalam penyelidikan. Dalam penyelidikan ini, Komnas HAM dan Propam juga dilibatkan.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing