Tuntutan Belum Siap, Sidang Akta Nikah Palsu Ditunda

Tuntutan Belum Siap, Sidang Akta Nikah Palsu Ditunda
Hakim Ketua Hotnar Simarmata membacakan putusan dalam sidang perkara narkotika di PN Jakut, Kamis, 14 Oktober 2021. (Charlie)

KEADILAN – Sidang pembacaan tuntutan dalam perkara pemalsuan akta nikah dengan terdakwa WNA asal Yaman Mahmood Hamam ditunda. Penundaan dilakukan lantaran tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap.

“Izin tunda satu minggu Yang Mulia. Tuntutan belum siap,” ujar JPU Andrian Al Masudi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) pada Kamis (14/10/2021).

Majelis hakim yang dipimpin Hotnar Simarmata sebagai Hakim Ketua, bersama Agung Purbantoro dan Edi Junaidi pun menunda sidang. Hakim meminta kepada penerjemah untuk memberitahukannya pada terdakwa. Sidang pembacaan tuntutan ini nantinya akan digelar kembali pada Kamis (21/10/2021).

Sebelumnya diberitakan, WNA asal Yaman bernama Mahmood Hamman menjadi terdakwa atas tuduhan pemalsuan akta nikah yang ia gunakan untuk mengajukan surat izin tinggal tetap di Indonesia. Pemalsuan akta nikah ini diungkap sendiri oleh Kedutaan Besar Yaman, yang kemudian melaporkannya kepada Kantor Imigrasi Jakarta Utara. Setelah melakukan penelusuran, Direktorat Penyidikan Imigrasi menemukan bahwa buku nikah Mahmood ternyata tidak teregister di KUA Jakarta Utara. Atas pemalsuan akta nikah tersebut, Hamman didakwa dengan Pasal 123 huruf a Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Pada sidang sebelumnya, JPU Andria Al Masudi dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan Hadi dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta juga sudah menghadirkan saksi ke persidangan. Saksi dari KUA yang diajukan JPU mengatakan bahwa buku nikah Mahmood itu palsu. Sebab buku nikah Mahmood masih ditulis tangan. Sedangkan pada tahun 2019 buku nikah Mahmood diterbitkan, pengetikan buku nikah di KUA telah menggunakan komputer.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing