Perkara di SP3, Ahli Waris Bersyukur Tanah dan Bangunan Bisa Kembali

Perkara di SP3, Ahli Waris Bersyukur Tanah dan Bangunan Bisa KembaliRumah dan tanah yang menjadi sengketa milik ahli waris H Memet. Foto: Ist

KEADILAN-Siti Umaroh tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih kepada pihak kepolisian yang mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) LP/1002/II/2019/PMJ/Ditreskrimum, tentang dugaan tindak pidana memasuki pekarangan orang lain tanpa ijin yg dilaporkan oleh Emanuel Bani.

“Alhamdulillah, kami bersyukur, saya dan keluarga besar telah mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Saya terima surat SP3 hari ini.” ucap Siti Umroh ketika mengetahui bahwa penyidik Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menghentikan laporan klaim kepemilikan tanah dan bangunan milik mereka, Jumat (15/10/2021).

Ibu rumah tangga usia 38 tahun itu menerangkan, peristiwa klaim kepemilikan rumah dan tanah mereka di kawasan Sepatan, Tangerang bermula ketika mereka dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Emanuel Bani. Pelapor mengklaim telah membeli rumah dan tanah yang dihuni keluarga Siti pada tahun 2018 lalu.

Sejak itu, mereka baru menyadari bahwa sertipikat tanah mereka telah berpindah tangan, tanpa sepengetahuan ahli waris dari H Memet. Padahal ahli waris merasa tidak pernah melakukan transaksi atas tanah dan rumah tersebut.

“Sebenarnya pada tahun 2015, kami sudah melaporkan kehilangan sertipikat ke Polsek Tigaraksa. Kami juga sesudah memuat iklan kehilangan di media lokal Tangerang. Tapi karena enggak ada biaya, kami tidak melanjutkan perkara ini. Uang habis untuk biaya perobatan bapak (H Memet) yang sakit-sakitan,” ucap Siti dengan rasa haru.

Anak sulung dari empat bersaudara ini mengungkapkan, rumah dan tanah tersebut merupakan satu-satunya peninggalan ayahnya, H Mamat. Ayahnya wafat pada tahun 2010 silam. Tanah itu merupakan warisan ayahnya yang mereka tempati sekitar tahun 1990.

Dengan kembalinya rumah dan tanah tersebut, Siti merasa polisi telah bekerja secara profesional dalam menangani perkara sengketa tanah ini. Sehingga aset peninggalan almarhum ayahnya tetap menjadi milik mereka.

“Kami berterima kasih, dilayani dengan baik. Tidak ada intimidasi meskipun kami sebagai terlapor.” Ucap Siti.

Setelah diterbitkannya SP3 oleh penyidik Polda Metro Jaya, langkah hukum selanjutnya akan diserahkan kepada kuasa hukum ahli waris.

Kisruh kepemilikan sertipikat tanah dan bangunan seluas 2.580 m2 bermula ketika Emanuel Beni melaporkan Siti Umrah dan empat anggota keluarganya ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana memasuki pekarangan orang lain tanpa ijin, sebagaimana tertera di Pasal 167 KUHP.

Namun, dari hasil penyidikan polisi, diketahui pemilik sah lahan dan bangunan tersebut adalah H Memet. Sehingga penyidikan kasus dihentikan.

“Bahwa benar kita telah SP3. Karena berdasarkan hasil penyidikan yang kami lakukan, tidak ditemukan cukup bukti untuk dinaikkan ke tahap selanjutnya. Demi kepastian hukum, kami lakukan SP3 terhadap penanganan kasus tersebut,” kata Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Petrus Silalahi.

 

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Darman Tanjung