Jaringan Pinjol Jakarta-Tangerang Didanai WNA

Jaringan Pinjol Jakarta-Tangerang Didanai WNADirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Hemly Santika menjelaskan penangkapan tersangka pinjol di Mabes Polri. Foto: Ist

KEADILAN- Perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas pinjaman online (pinjol) yang meresahkan masyarakat langsung direspon  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri dengan menangkap tujuh tersangka jaringan  pinjol ilegal di delapan wilayah di Jakarta dan Tangerang.

Perburuan juga dilakukan terhadap seorang warga negara asing (WNA) berinisial ZJ, yang berperan sebagai pemodal perusahaan pinjol ilegal.

“Ada seorang yang diduga sebagai warga negara asing yang sampai saat ini masih DPO dan dalam proses pencarian berinisial ZJ. Sampai saat ini masih dalam pencarian,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/10/2021).

Menurut Helmy,  ZJ tidak hanya berperan sebagai pemodal dari jaringan pinjol ilegal di Jakarta dan Tangerang , tapi juga diduga menjadi mentor dari para tersangka yang telah ditangkap.

Dikerahui ZJ beralamat di The Spring Cluster Pelican Jl Pelican Barat 1 No. 25 Cihuni, Pagedangan, Tangerang, Banten. Dari lokasi tersebut disita sejumlah barang bukti, antara lain 48 unit modem, 2 unit CPU, 2 unit laptop, dan 2 unit

Sedangkan karyawan pinjol ilegal yang didanai ZJ meraup Rp 15-20 juta per bulan. Selain mendapat gaji, para karyawan mendapat tempat tinggal.

Sindikat pinjol ilegal ini, papar Helmy, merupakan jaringan yang membuat seorang ibu di Wonogiri, Jawa Tengah, gantung diri karena terlilit utang.

“Alhamdulillah dari yang kami ungkap, itu nyangkut ke peristiwa yang di Wonogiri, Jateng. Mungkin teman-teman sudah tahu ada ibu-ibu yang meninggal gantung diri. Tim kami kemudian berangkat ke sana, kita eksplor, dari 23 pinjol nyangkut ke sini satu,” ungkap Helmy.

Ibu-ibu yang dimaksud Helmy adalah wanita berinisial WI yang nekat bunuh diri di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, Jateng. WI kerap mendapat diteror oleh para pelaku pinjol ilegal untuk melunasi utangnya.

Terkait pelaku yang ditangkap polisi, mereka bertugas menjadi operator SMS blasting dan desk collection. Di mana, desk collection merupakan aktivitas menagih utang melalui dunia maya.

Para tersangka dijerat Pasal 45B Jo Pasal 29 dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) dan/atau Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 ayat (4) Jo Pasal 27 ayat (4) dan/atau Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 Undang-Undang RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 311 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Para tersangka terancam pidana paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Darman Tanjung