Mahasiswa Korban Smackdown Polisi Pulang, Kapolda Banten Minta Maaf 

Mahasiswa Korban Smackdown Polisi Pulang, Kapolda Banten Minta Maaf Bupati Tangerang Ahmad Zaki dan keluarga M Fariz Amarullah di RS Cipiutra. Foto: ist

KEADILN- M Faris Amrullah, mahasiswa korban smackdown oknum polisi sudah dibolehkan pulang dari Rumah Sakit Ciputra Tangerang. Setelah menjalani rawat inap dan pemeriksaan secara menyeluruh, Faris dinyatakan sehat.

Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengikuti unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu, 13 Oktober 2021. Unjuk rasa memanas, terjadi aksi dorong-dorongan mahasiswa dengan polisi. Puncaknya seorang anggota polisi, Brigadir NP membanting M Faris Amrullah.

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho menyesalkan tindakan anggotanya tersebut. Ia kemudian meminta maaf pada Faris dan keluarganya.

Sedangkan Brigadir NP saat ini menjalani pemeriksaan Ditpropam Polda Banten guna mempertanggungjawabkan aksi kekerasan terhadap pendemo.

Berita kepulangan M Faris Amrullah disampaikan Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar dalam konferensi pers di RS Ciputra Tangerang, Sabtu 16 Oktober 2021. Turut serta dalam konferensi pers, M Faris Amrullah dan keluarga, Kapolres Tangerang, Dandim Tangerang, dan dokter RS Ciputra.

“Alhamdulillah hasil pemeriksaan secara menyeluruh kondisi Faris dari Rumah Sakit Ciputra, keadaannya sehat. Secara medis sudah baik karena sudah dinyatakan boleh pulang oleh Rumah Sakit,” kata Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar sambil melirik M Faris Amrullah yang didampingi ibunya.

Dalam kesempatan itu M Faris Amrullah mengenakan kaos putih , celana panjang hitam. Sedangkan ibunya mengenakan setelan atas batik merah.

Dengan kondisinya yang sudah pulih, Ahmad Zaki berharap kepulangan Faris bisa meluruskan informasi. “Biar jangan simpang siur lagi,” tegas Bupati.

Bupati Ahmad Zaku tak lupa  mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perawatan dan pemeriksaan Faris. “Sekali lagi terima kasih, rumah sakit sudah menyatakan Faris boleh pulang. Artinya tidak ada yang fatal,” cetus Bupati.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga menyatakan Brigadir NP, oknum polisi yang melakukan smackdown terhadap Faris Amrullah masih mendekam di tahanan Ditpropam Polda Banten. Pelaku diancam pasal berlapis.

“Pelaku masih menjalani pemeriksaan. Setidaknya ada dua pasal yang dikenakan,” kata Shinto.

Langkah Brigadir NP membanting seorang pendemo jelas menyalahi aturan penanganan demonstrasi. “Ini yang sedang didalami Ditpropam Polda Banten,” tegasnya.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Darman Tanjung