Polda Metro Gagalkan Peredaran Ganja Seharga Rp 7 Miliar

Polda Metro Gagalkan Peredaran Ganja Seharga Rp 7 MiliarDit Narkotika Polda Metro Jaya memamerkan tersangka dan barang bukti 1,3 ton ganja di hadapan wartawan. Foto: ist

KEADILAN-Direktorat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran 1,3 kilogram ganja jaringan Aceh-Medan-Jakarta. Daun ganja sebanyak itu nilainya mencapai Rp 7 miluar.

Dari pengungkapan tersebut polisi mengamankan dua belas tersangka dan enam orang lainnya masih dalam pengejaran.

Pengungkapan ini bermula ketika Dit Narkotika Polda Metro Jaya menangkap pengedar ganja di kawasan Ciputat, Tangerang  Selatan dan Tambora, Jakarta Barat bebetapa waktu lalu. Dari sini polisi mengembangkan kasusnya sehingga jaringan Aceh-Medan-Jakarta terbongkar.

Ratusan paket ganja itu diamankan dari empat lokasi berbeda. Diketahui setiap paket ganja beratnya mencapai satu kilogram.  Jika satu kilo harga jualnya Rp 5 juta, maka harga keseluruhan yakni 1,370 ton mencapai Rp 7 miliar.

“Di hadapan kita tersaji barbuk (barang bukti)  hasil pengungkapan narkotika jenis ganja sebanyak 1,370 ton dari jaringan Jakarta Medan dan Aceh. Ada 12 tersangka yang berhasil ditangkap dan 6 masih DPO,” kata Kapolda Metro Jaya Fadil Imran saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/10/2021).

Pada kesempatan yang sama, Kabis Humas Polda Metro Jaya Konbes Pol Yusri Yunus mengatakan, ganja sebanyak itu bisa menyelamatkan 1,5 juta generasi muda dari bahaya narkoba.

“Kalau 1,3 ton hampir Rp 7 miliar. Kalau dihitung ada 1,5 juta generasi muda kami amankan dari barang haram ini,” tegas Yusri.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 114 Undang – Undang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Darman Tanjung