Warga Koja Keracunan Nasi Kotak PSI, Pengurus Partai Minta Maaf

Warga Koja Keracunan Nasi Kotak PSI, Pengurus Partai Minta MaafNasi kotak PSI

KEADILAN – 23 orang warga Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara (Jakut) keracunan usai menyantap nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Minggu (24/10/2021). Dewan Pimpinan Daerah PSI Jakut Darma Utama mengatakan PSI minta maaf, dan akan mengivestigasi kasus tersebut.

“Selain meminta maaf, PSI juga memberikan santunan kepada para korban. Dan akan melakukan investigasi,” ujar Darma pada keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).

Darma menjelaskan, Rice Box PSI merupakan program yang sudah digelar sejak April 2021 dan tidak bermasalah. Ia mengatakan keracunan di Kampung Beting adalah yang pertama kalinya. Sedangkan untuk penyedia atau pemasok rice box sendiri, PSI melibatkan warung-warung dan UMKM kuliner yang terdampak pandemi.

“Jadi PSI tidak membuat makanan. Kami membagikan dan menghimpun dukungan program ini dari publik,” kata Darman.

Dia menambahkan bahwa PSI sudah melakukan penyelidikan internal. “Kami telah melakukan penyelidikan internal supaya kasus seperti ini tidak terulang. Kami tetap berpikir positif murni kelalaian semata, tanpa unsur kesengajaan. Kami menunggu proses penyelidikan berlangsung,” tambahnya.

Selain itu, penyedia nasi korak tersebut juga menyampaikan permohonan maaf. “Saya sudah bekerja sama dalam PSI menyediakan makanan untuk program Rice Box ini sejak Agustus lalu, dan sudah memasak 1.000 kotak nasi untuk Rice Box. Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini,” ujar Lidya dalam keterangan tertulis PSI.

Diketahui pada hari Minggu lalu, sebanyak 35 warga Koja mengonsumsi nasi kotak berlogo PSI. Setelah mengonsumsi nasi kotak tersebut, 23 orang yang mengalami pusing serta muntah-muntah, dan dilarikan ke RSUD Koja.

Sampai saat ini 5 orang masih menjalani perawatan, dan yang lainnya sudah dipulangkan. Sementara itu, Polsek Koja telah melakukan pengambilan sampel makanan guna penyelidikan kasus ini dan akan melakukan pemeriksaan para saksi, termasuk dari pihak PSI.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing