Alasan Restorative Justice, Pencuri Kucing Dibebaskan

Alasan Restorative Justice, Pencuri Kucing DibebaskanPelaku pencuri kucing terekam CCTV. Foto: ist

KEADILAN- Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah menghentikan tuntutan terhadap SJ (20) dan MA (19), tersangka kasus pencurian kucing persia di Cinere, Kota Depok yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, kedua remaja itu pun dinyatakan bebas.

Kejaksaan Negeri Depok telah menghentikan penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice) atas perkara ini.

Kasie Intel Kajari Depok Andi Rio Rahmat mengatakan, upaya damai secara restorative justice ini disaksikan pihak keluarga dan disetujui oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejagung dan Kepala Kejati Jawa Barat, melalui sarana video conference di aula kantor Kejari Depok.

Restorative justice ini lanjut Andi, tertuang dalam Peraturan Kejaksaan RI No 15 Tahun 2020 yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di masyarakat.

“Antara pelaku dan korban telah sepakat berdamai sehingga JPU mekakukan restorative justice, selain itu tersangka juga baru pertama kali melakukan tindak pidana, ” ucap Andi dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).

Meskipun penuntutan telah dihentikan, sambung Andi, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya.

Terkait hal itu, JPU Tiazara Lenggogeni telah mendatangi Polsek Cinere untuk menyerahkan surat ketetapan penghentian penuntutan serta mengeluarkan dua tahanan dan untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Untuk diketahui SJ dan MA terekam kamera CCTV saat membawa kabur seekor kucing persia di wilayah Limo, Depok 18 Agustus 2021

Selang beberapa hari, keduanya ditangkap polisi dan akhirnya meringkuk di tahanan Polsek Cinere. Namun belakangan korban memilih untuk mencabut laporannya dan menerima kesepakatan damai dengan kedua remaja tersebut.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Rahmat Fauzi