Saksi Sebut Staf Azis Syamsuddin Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus DAK Lampung Tengah

Saksi Sebut Staf Azis Syamsuddin Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus DAK Lampung TengahKadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman menjadi saksi di sidang Stephanus Robin Pattuju. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan terdakwa mantan penyidik KPK Stepanhus Robin Pattuju.

Dalam kesaksiannya, Taufik membeberkan bahwa orang kepercayaan mantan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, Aliza Gunado pernah meminta uang sebesar Rp2 miliar kepada dirinya.

Uang itu sebagai komitmen fee terkait pengurusan pengajuan tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Lampung Tengah.

“Waktu ketemu Aliza dikasih tahu bahwa dia bisa membantu mengurus DAK, terus ada komitmen fee 8 persen,” ungkap Taufik dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (1/11/2021).

Taufik mengungkapkan, Aliza meminta komitmen fee 8% dari total tambahan anggaran DAK Lampung Tengah senilai Rp25 miliar tahun anggaran 2017.

“(Total komitmen fee) 8% dari Rp25 miliar sekitar Rp2 miliar. Awalnya kan Rp95-an miliar tapi ketemu Rp25 miliar. Saya sampaikan Rp2 miliar,” kata Taufik.

Taufik lantas meminta jajarannya untuk menyiapkan uang Rp2 miliar. Uang itu sebagian berasal dari kontraktor yang menggarap proyek di Lampung Tengah.

“Sekitar Rp600 jutaan dari rekanan-rekanan proyek. Sisanya waktu itu pinjam dari Darius, dia konsultan swasta,” katanya.

Taufik menyebut uang Rp2 miliar dibawa dengan kantong kresek ke Gedung DPR. Saat itu, Azis menjadi Ketua Badan Anggaran (Banggar). Karena alasan Banggar sedang rapat, Aliza mengajak Taufik menemui Azis keesokan harinya.

Untuk diketahui, nama Aliza Gunado dan Azis Syamsuddin pernah muncul dalam sidang perkara korupsi dengan terdakwa mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa pada 11 Februari 2021 silam.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri