Sidang Suap Pajak: Hakim Minta Jaksa Hadirkan Petinggi PT GMP

Sidang Suap Pajak: Hakim Minta Jaksa Hadirkan Petinggi PT GMPTerdakwa Angin Prayitno saat digiring penyidik KPK. Foto: Antara

KEADILAN- Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kembali menggelar sidang perkara dugaan suap pajak yang menjerat mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak, Angin Prayitno dan Dadan Ramdani.

Sidang kali ini, mengagendakan pemeriksaan saksi dari staf PT Gunung Madu Plantations (GMP), Budi Sih Mulyo dan konsultan pajak, Naufal.

Dalam persidangan, hakim ketua Fahzal Hendri menagih kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk menghadirkan petinggi PT GMP, Lim Poh Ching.

“Kemarin saya memerintahkan untuk menghadirkan Direktur PT Gunung Madu, kenapa tidak dihadirkan?” tanya Fahzal di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Jaksa KPK Takdir Suhan, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan otoritas Malaysia untuk bisa menghadirkan Lim Poh Ching. Tetapi, ia tak menjelaskan lebih lanjut hasil koordinasi tersebut.

Fahzal lalu menyanggah dan menyampaikan akan mengeluarkan penetapan jika jaksa tidak kunjung menghadirkan General Manager PT GMP tersebut.

“Jangan alasan-alasan pandemi, lalu tidak bisa beri keterangan. Sebetulnya apa yang terjadi. Ini menyangkut hak-hak orang. Tolong gitu ya,” tandas hakim Fahzal.

KPK sebelumnya, mendakwa Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani telah menerima suap senilai Rp15 miliar dan 4 juta dolar Singapura. Suap itu, diberikan untuk merekayasa nilai pajak perusahaan, salah satunya PT GMP.

Suap yang diberikan Angin dan bawahannya untuk menyuap nilai pajak perusahaan ini, diduga disamarkan sebagai bantuan sosial.

JPU menyatakan GM PT GMP Lim Poh Ching memerintahkan Asisten Service Manager PT GMP Iwan Kurniawan untuk menyediakan uang Rp15 miliar.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri