Keterangan Palsu Putusan Cerai, Ini Pledoi Terdakwa

Keterangan Palsu Putusan Cerai, Ini Pledoi TerdakwaAnton Indradi membacakan nota pembelaan kliennya dalam sidang perkara keterangan palsu di PN Jakut, Selasa, 9 November 2021. (Charlie)

KEADILAN – Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) kembali menggelar sidang perkara keterangan palsu di putusan cerai Niko Satria dan Laora Ocktreya pada Selasa (9/11/2021). Pada nota pembelaan (pledoi) yang dibacakaan di ruang sidang, kuasa hukum terdakwa Niko Satria mengatakan bahwa fakta hukum dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berbeda dengan fakta hukum hasil penyidikan.

“Kami mohon majelis hakim berkenan memberikan resume yang dibuat penyidik, dengan isi surat dakwaan yang dibuat JPU. Fakta hukum dalam surat dakwaan yang dibuat JPU berbeda dengan fakta hukum hasil penyidikan,” ujar Anton Indradi selaku kuasa hukum terdakwa.

Anton memaparkan, penyidik mengindikasikan bahwa Dixi Reinaldo lah yang diduga memberikan keterangan diatas sumpah, sedangkan Niko diduga sebagai penganjur. Tetapi kemudian diubah oleh JPU dalam surat dakwaan, dimana terdakwa menjadi pelaku utama.

Dia juga mempertanyakan, apabila JPU tidak sependapat dengan hasil penyidikan, kenapa JPU setuju untuk mengajukan berkas perkara ke persidangan. Di luar persidangan dia menegaskan, jika memakai hasil penyidikan dimana Niko diduga sebagai penganjur, harusnya perkara Dixi lah yang disidangkan lebih dahulu.

Sedangkan untuk pembelaan terdakwa sendiri, Niko meminta majelis hakim untuk melepaskannya dari tuntutan 30 bulan penjara yang dilayangkan JPU. Dia beralasan bahwa dirinya merupakan penggugat dalam sidang perceraiannya dengan Laora, dan penggugat tidak disumpah.

Majelis hakim yang diketuai oleh Taufan Mandala memberikan kesempatan kepada JPU Magdalena Manjorang untuk menanggapi pledoi tersebut. JPU Magdalena mengatakan tetap pada tuntutan. Begitu juga dari pihak terdakwa, mengatakan tetap pada pembelaan.

Di luar persidangan, Laora sebagai pelapor mengatakan cukup puas dengan tuntutan yang diberikan JPU kepada mantan suaminya itu. Namun dirinya tetap mengharapkan Pasal 55 ada dalam berkas perkara.

“Saya sih masih berharap Pasal 55 itu ada, karena dari awal penyidikan sampai akhir itu selalu dicantumkan dengan Pasal 242. Jadi kalau saat ini Pasal 55 tidak ada, itu aneh untuk saya,” kata Laora di PN Jakut, Selasa (9/11/2021).

Sebelumnya diketahui, dalam perkara ini Niko Satria dilaporkan mantan isterinya, Laora Ocktreya atas tuduhan turut serta memberikan keterangan palsu saat sidang perceraian mereka di PN Jakut tahun 2018 lalu. Berdasarkan tuduhan tersebut, Niko didakwa oleh JPU dengan Pasal 242 ayat 1 dan berstatus sebagai tahanan kota.

Sementara saksi penyidik yang dihadirkan ke persidangan sebelumnya memaparkan bahwa ada dua pasal yang didakwakan kepada Niko, yaitu Pasal 242 dan Pasal 55. Penyidik juga mengatakan bahwa sebenarnya Dixi Reinaldo yang merupakan saksi dalam sidang cerai Niko dan Laora sampai saat ini masih berstatus sebagai tersangka.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing