Khawatir Serangan Koruptor, Jaksa Agung: Rapatkan Barisan

Khawatir Serangan Koruptor, Jaksa Agung: Rapatkan BarisanJaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin

KEADILAN – Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta jajarannya mulai merapatkan barisan untuk mencegah adanya perlawanan dari para koruptor yang tengah marak diusut oleh korps Adhyaksa. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Kelas 1 Angkatan-78 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Aceh pada Rabu (10/11).

Burhanuddin mengingatkan jajarannya untuk berhati-hati dalam memakai media sosial. Para jaksa dimintanya tidak mengunggah konten yang melanggar norma dan nilai di masyarakat, karena dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh para koruptor untuk dapat menyerang institusi pimpinannya tersebut.

“Oleh karena itu, kita harus selalu merapatkan barisan, dan waspada dalam melaksanakan tugas, serta berperilaku sesuai norma yang ada, begitupun dalam beraktivitas di sosial media. Hindari unggahan yang bertentangan dengan kebijakan institusi dan pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, Burhanuddin juga mengingat sebagai jaksa bahwa tugasnya sebagai penegak hukum juga melekat dalam kehidupan masyarakat. Dan berbagai informasi yang dianggap bersebrangan bisa menjadi bahan untuk meningkatkan kinerjanya.

“Kita tidak akan pernah tahu akan ditempatkan dimana dan akan menangani kasus apa, terkait hal tersebut apabila kita menangani kasus yang sensitif, maka pihak yang berseberangan dengan kita akan dengan mudah mencari segala macam informasi dari diri kita bahkan keluarga kita,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Burhanuddin menyampaikan media sosial merupakan instrumen yang paling mudah untuk mencari informasi diri maupun kehidupan pribadi. Hal ini yang rentan dimanfaatkan berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Sehingga rentan dimanfaatkan oleh pihak yang berseberangan dengan kita untuk mem-framing atau membuat opini miring tentang diri pribadi, maupun institusi kita,” tegasnya.

Untuk itu, Burhanuddin menekankan agar para jaksa memperhatikan dan melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Cermati dan pahami setiap unggahan di media sosial tidak mengandung hal-hal yang bersifat SARA, radikalisme, kebohongan, berita palsu, menyerang pribadi orang lain, atau bertentangan dengan kebijakan institusi dan pemerintah. Dan saya ingatkan, hindari memamerkan kemewahan atau hedonisme dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di media sosial,” pungkasnya.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Chairul Zein